Showing posts with label penjara. Show all posts
Showing posts with label penjara. Show all posts

Saturday, December 29, 2012

Permintaan-permintaan 'Aneh' Terpidana Mati Jelang Ajal

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXL5jE3ovlvha90IC5OutW9iaakBoDmybJovMVBOdiNQQ9rp5KVxjZ_ekrJtkWZQw1c819nBpz5AtbUf_16MyPGkkbwqsN74xOtg0MuQvia1hCFycLd5CiM1Gsz3H1JUVrggxuy1G3Fp2C/s400/prison.jpg

Sudah menjadi kebiasaan di sejumlah negara untuk mengabulkan menu makanan terakhir terpidana mati sebelum eksekusi. Meski banyak narapidana yang tak peduli lagi dengan makanan terakhirnya, namun ada juga yang mengajukan menu-menu aneh kepada sipir.

Seperti dikutip dari laman Telegraph, berikut sejumlah menu aneh permintaan narapidana asal Amerika Serikat menjelang eksekusi mati.

1. Thomas J Grasso
Grasso menjalani eksekusi mati pada 1995 atas tindak kejahatannya membunuh wanita 85 tahun dengan lampu pohon natal. Sebelum eksekusi, ia mengajukan sejumlah daftar menu antara lain dua lusin udang rebus, dua lusin kerang rebus, Burger King doubel cheeseburger, enam iga babi panggang, dua gelas besar milkshake, satu kaleng SpaghettiOs dengan bakso, setengah pie labu, dengan stroberi, dan krim.

Semua permintaannya dikabulkan staf dapur penjara. Namun, ternyata ada satu kesalahan yang membuat Grasso kecewa. "Saya tidak mendapatkan SpaghettiOs saya, tapi spaghetti. Saya ingin pers untuk mengetahui hal ini," kata Grasso sebelum meninggal. SpaghettiOs merupakan salah satu produk spaghetti kaleng ternama di Amerika.

2. Robert Buell
Buell dijatuhi hukuman mati atas kasus pembunuhan dan kekerasan seksual terhadap gadis 11 tahun, Harrison Krista, pada 1982. Buell bersikeras tidak bersalah meskipun pengadilan menjatuhi hukuman 121 tahun penjara atas tuduhan perkosaan lainnya. Menu makanan terakhir yang diajukan adalah sebutir olive hitam tanpa biji.

3. Gerald Lee Mitchell
Mitchell menjalani eksekusi mati atas sejumlah kasus kriminal antara lain membunuh seorang pria yang tidak bersedia menyerahkan kalung incarannya. Ia juga dituduh merampok dan menembak dua orang dalam transaksi obat-obatan terlarang. Menu makanan terakhirnya mungkin tak bergizi tapi sangat warna-warni dan ceria: sekantong permen Jolly Rancher dalam berbagai rasa.

4. James Edward Smith
Eksekusi mati dilaksanakan pada Juni 1990 atas kasus pembunuhan dan perampokan di Houston, Texas. Sebagai makanan terakhirnya, Smith meminta kotoran, diduga agar ia bisa melakukan ritual voodoo. Keinginannya tidak dikabulkan karena kotoran tidak termasuk dalam daftar makanan yang disetujui sistem penjara. Dia akhirnya memilih menelan yogurt sebelum eksekusi mati.

5. Odell Barnes Jr
Barnes menjalani eksekusi mati atas kasus perampokan, pemukulan, dan penusukan wanita di sebuah rumah pada 1989. Menu makanan terakhir permintaannya mungkin yang paling sulit dikabulkan staf dapur penjara. Bagaimana tidak, ia meminta staf dapur menyediakan 'menu' keadilan, kesetaraan, dan perdamaian dunia.

Saturday, December 15, 2012

10 Penjara Bawah Tanah di Indonesia

10. Penjara bawah tanah Benteng Vastenburg, Solo.
 Benteng megah di tengah Kota Bengawan ini, sekarang tinggal seonggok bangunan yang tak berharga dan ditumbuhi rumput ilalang yang lebat. Dalam konteks morfologi perkotaan, benteng itu memiliki peranan penting yakni pusat hubungan Solo-Semarang. Kota Solo dalam periode XVIII-XIX, sebagai pusat perdagangan dan ditandai perkembangan kota kolonial. Uniknya, perkembangan ini tercipta dalam nuansa kekuasaan tradisionalistik Kerajaan Kasunanan Surakarta.Di tempat itu, kekuatan pasukan Belanda dipusatkan. Konon, juga ada semacam bungker bawah tanah yang cukup luas di bawah benteng. Bungker tersebut digunakan untuk penjara para tawanan. Hal itulah yang membuat tempat tersebut tak dimungkinkan jika dijadikan bangunan bertingkat.9. Penjara Bawah tanah Benteng Pendem, Cilacap. 
Siapa sangka di sebuah kota kecil di Jawa Tengah, seperti Cilacap menyimpan sebuah benteng yang sangat unik. Benteng itu bernama Benteng Pendem (Kusbatterij Op De lantong Te Tjilatjap) yang dulunya di tahun 1861 merupakan benteng pertahanan tentara Hindia Belanda saat menghadapi bangsa Indonesia.Benteng di pesisir pantai Teluk Penyu ini menempati area seluas 6,5 hektare dengan beragam fasilitas wisata, seperti benteng, terowongan, landasan meriam, penjara bawah tanah, barak, ruang dapur, ruang senjata, jembatan kolam, gardu pos yang berisi peta strategi Belanda, kolam pemancingan, tempat istirahat, gazebo, ayunan dan sejumlah patung dinosaurus.8. Penjara bawah tanah Benteng Malborough, Bengkulu. 
Benteng Marlborough merupakan salah satu objek wisata sejarah yang terdapat di Kota Bengkulu. Objek wisata Benteng Marlborough terletak di Kelurahan Kampung Cina, Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu. Benteng ini menjadi pusat kedudukan tentara Inggris di Bengkulu. Benteng berbentuk segi-empat dengan ukuran panjang 240 meter dan lebar 170 meter. Benteng ini didirikan oleh The Britsh East India Company pada tahun 1713 dan selesai pada tahun 1719.Di benteng bagian barat daya terdapat di sebelah kiri dan kanan lorong benteng. Di sebelah kiri terdiri dari 7 lokal atau ruangan. Dinding ruangan tersebut dari pasangan batu kali, batu karang, bata dengan mempergunakan perekat campuran kapur, pasir dan tepung bata. Disamping ruangan tersebut terdapat juga ruangan yang teretak di bawah kaki kura-kura barat daya, yaitu rungan penjara bawah tanah, yang terdiri dari tiga ruangan yang keadaanya sangat gelap.7. Penjara bawah tanah Benteng Rotterdam, Makassar. 
Fort Rotterdam adalah benteng peninggalan kerajaan Gowa yang dibangun tahun 1545, terletak di pinggir pantai, sebelah barat kota Makassar. Bangunan dan taman-taman ini masih terawat dengan baik. Di sini ada penjara bawah tanah tempat Pangeran Diponegoro dipenjara dan di dekat pintu masuk benteng ini terdapat patung salah satu raja Gowa yang terkenal Sultan Hassanudin.6. Penjara Kalisosok, Surabaya
 Kalisosok adalah sebuah daerah di Surabaya Utara, dekat dengan Kembang Jepun dan Rajawali. Di Kalisosok ini, berdiri sebuah penjara tua dari jaman penjajahan Belanda yang kerap digunakan untuk menyiksa para pejuang kemerdekaan Indonesia. Dahulu, Kalisosok terkenal dengan keangkeran dan seramnya tempat ini. Saat ini, selepas masa kemerdekaan Indonesia, penjara tersebut sudah mulai memudar pamornya. Kalisosok banyak menampung para narapidana politik dan kelas berat, terutama jika dikaitkan dengan situasi politik dalam negeri Indonesia pada tahun 1960-1970 an yang sedang panas-panasnya. Kisah penjara kalisosok tak lepas dari kisah penjara bawah tanahnya.5. Penjara Sukamiskin, Bandung 
Merupakan salah satu penjara yang pernah mengurung Bung Karno. Penjara Sukamiskin, merupakan peninggalan pemerintah Belanda. Penjara tersebut dibangun pada 1918 dan baru berfungsi pada 1924. Dalam penjara terdapat 552 sel. Saat ini, penjara dihuni sekitar 480 narapidana. Bangunan asli khas Belanda, kental terlihat di Penjara Sukamiskin. Bahkan, ruang bawah tanah yang dipakai untuk penjahat berbahaya masih tetap dipelihara oleh petugas. Sayangnya, penjara bawah tanah tersebut tertutup untuk umum. Penjara bawah tanah tidak dipergunakan lagi. Sejak 1945, penjara bawah tanah sudah ditutup. Ruangan tersebut kini dipakai sebagai gudang penyimpanan.4. Gedung Polwiltabes Surabaya
 Gedung ini telah direstorasi pada saat Irjen Pol Anang Iskandar menjadi Kapolwitabes Surabaya 2007 lalu. Gedung utama menjadi utuh lagi. Bunker untuk penjara bawah tanah dibuka lagi meskipun tidak lagi dihuni.Gedung utama ini memiliki empat ruangan utama. Semua ruangan itu termasuk kusen pintunya tidak ada yang berubah. Sekarang Kapolwil, Wakapolwil dan sejumlah kabag menempati gedung ini. termasuk ada ruang rapat dan lobi yang langit langitnya tinggi. Di bawahnya ada penjara bawah tanah yang tingginya satu meter. Pintu masuknya ada dua, namun sekarang yang terlihat hanya satu di sisi utara.
3. Gedung Merdeka, Bandung
 Gedung Merdeka di jalan Asia-Afrika, Bandung, Indonesia, adalah gedung yang pernah digunakan sebagai tempat Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika tahun 1955. Pada saat ini digunakan sebagai museum.Pada usianya yang lebih dari satu abad, gedung ini masih menyimpan banyak cerita. Selain ruangan bawah tanahnya yang penuh tanda tanya, termasuk penjara bawah tanahnya. Satu terowongan bawah tanah di sekitar ruangan bawah tanah itu juga disinyalir menghubungkan Gedung Merdeka dengan gedung tua lainnya.Jalan masuk ke ruang bawah tanah di Gedung Merdeka dapat diakses dari pinggir gedung itu, tepatnya dari Jl. Cikapundung Timur. Pintu masuk ruangan bawah tanah berada di depan gedung yang dulunya berfungsi sebagai Perpustakaan Daerah Jawa Barat. Jika tidak saksama, pintu masuk ke ruang bawah tanah tidak akan terlihat. Namun, jika diperhatikan, lorong menurun selebar satu meter dan tinggi sekitar dua meter.
2. Museum Fatahillah, Jakarta
 Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.Gedung ini dulu adalah Stadhuis atau Balai Kota, yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn. Bangunan balaikota itu serupa dengan Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.
1. Gedung Lawang Sewu, Semarang 
Gedung yang sudah sangat terkenal dengan wisata angkernya ini berada di Semarang. Merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelmina Plein.Pada masa penjajahan Jepang, Ruangan bawah tanah gedung ini dirubah menjadi Penjara bawah tanah atau dikenal sebagai Penjara Jongkok, hal ini karena penjara ini memiliki luas ruangan yang sempit dengan atap yang rendah.Penjara bawah tanah Lawang Sewu ini sering dijadikan sebagai tempat eksekusi para pemuda Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap Jepang dan jasad-jasad mereka dibuang ke kali yang terletak di sebelah gedung ini. Saksi bisu perlawanan bangsa Indonesia ketika penjajahan Jepang.

Thursday, December 13, 2012

10 Penjara Paling Brutal di Dunia

1. Carandiru Prison: (Brasil)

Penjara ini sempat menghebohkan Brasil juga dunia ketika peca kerusuhan besar di penjara tersebut tahun 1992. Tragedi pembantaian masal yang melibatkan polisi setempat. Ratusan korban berjatuhan, 103 (ada yg menyebut 111 napi) di antaranya tewas terbunuh. Tragedi Caradiru bermula dari meletusnya perang ‘antar gank' di penjara tersebut, yang melebar hingga melibatkan banyak narapidana. Polisi kemudian mendatangkan bala bantuan. Sebenarnya saat itu banyak napi telah menyerah dengan melemparkan senjata mereka . mereka meminta perlindungan polisi. Namun dijawab polisi dengan menembaki mereka.
Perlakuan brutal dari pihak kepolisian memicu protes di mana-mana, tak terkecuali Amnesty Internasional yang mengkampanyekan penjara tersebut ditutup tahun 2002. Amnesty Internasional melaporkan telah terjadi pelanggaran hak-hak azasi manusia di sana yang tak bisas ditelerir lagi. Bukan itu saja fasilitas penjara juga sedemikian buruk sehingga menyebarkan penyakit mematikan.
Pada masa itu Kepala Kepolisian Metropolitan Sao Paulo adalah Ubiratan Guimaraes, dia dianggap orang yang paling bertanggungjawab meletusnya tragedy ini. Kasus yang menimbulkan kemarahan dunia ini membawa Guimaraes ke kursi pesakitan. Ia sempat diadili dengan tuduhan pembunuhan terhadap 102 orang. Namun Pengadilan kemudian membebaskan Guimaraes karena yg bersangkutan mengatakan polisi melakukan itu karena ditembaki. Pemerintah Brasil menganggap bahwa tragedy itu terjadi bukan tanggung jawab pihak kepolisian.

2. Bang Kwang Prison (Thailand)


Dikenal sebagai "Bangkok Hilton". Penjara ini boleh dibilang sudah tidak layak lagi, selain penuh sesak, juga kekurangan tenaga sipir. Para napinya dirantai. Kabarnya banyak napi jadi gila akibat stress melewati bulan bulan pertama di tahanan itu.
Direktur penjara Khun Nattee mengakui, kalau penjaranya adalah paling keras diseluruh Thailand. Di sini fasilitas sangat minim, termasuk perawatan kesehatan terhadap napi yg sangat standar. Napi yg sakit hy bisa meringkuk dengan kaki dirantai di kamarnya, sambil menunggu datangnya obat (kalau dapat).

3. ADX Florence Supermax Prison: (Colorado)


Penjara ini dibangun sebagai respon atas serangan terhadap para sipir dan staf yang terjadi di penjara lain di Amerika. Di penjara ini menerapkan maximum security untuk mencegah terjadinya serangan para napi terhadap sipir ataupun staf penjara. Karenanya para napi diisolasi dari staf penjara. Para napi mengalami penyiksaaan psikologis karena selama 23 jam hanya dihabiskan diselnya. mereka tak bisa kemana mana.
Menjadi narapida di ADX adalah suatu mimpi buruk tak tak terlupakan bagi mereka. Di sasna mereka menerima kondisi paling jelek dari yg terjelek. Karenanya mereka yg masuk ke sini adalah para penjahat kelas kakap termasuk yg telah berkali-kali masuk penjara. Di sinilah 'neraka' penjara yg bisa mengakibatkan derita seumur hidup.
Selama 13 tahun beroperasi, dua orang tawanan dikabarkan mati terbunuh di ADX Florence. Salah satunya Lawrence Klaker. Ada yg menyebut dia mati ditembak, tp ada juga yg bilang bunuh diri.

4. Alcatraz Island Prison: (San Francisco, CA)


Penjara ini, yang dikenal sebagai "The Rock", atau "Devil's Island" . Dibangun 1920-an. Segala ketidak nyamanan ada di sini. Alcatraz dirancang sedemikian rupa sehingga amaty kecil kemungkinan napi bisa lolos dari sini. Alcatraz benar benar menciptakan dunia sendiri. Para napi benar-benar terputus kontak dengan kehidupan di luar sana.
Pejabat penjara yg arogan, sipir yg kasar, kebijakan yg tdk manusiawi mewarnai hari-hari para napi di sana. Tak usah heran kalo byk yg terkena gangguan jiwa akibat tekanan psikologis yg luar biasa. Bayangkan saja, di sana ada larangan untuk tdk bercakap cakap dgn napi lain, kalo tdk menurut, hukuman menunggu. Napi dilarang mengeluarkan emosinya. Mereka dipaksa diam! Hak hak sbg manusia, di Alcatraz, telah dicabut. Sungguh penjara 'neraka'. Penjara ini ditutup pada 1963, tetapi warisan kegelapan terus 'hidup' dan menjadi legenda. (Pengen tau seperti apa, nonton aja escape from alcatraz)

5.San Quentin Prison: (San Quentin, California)


Tahun 1930'a an, pengelolaan penjara ini sarat dengan korupsi, sampai akhirnya muncul direktur baru Clinton Truman Duffy yg melihat kondisi tak manusiawi dari penjara ini, memutuskan melakukan perbaian di tahun 1940 an. Tapi sebelum masuknya direktur baru, penjara ini dikenal sangat tidak manusiawi memperlakukan para napi. Kepala mereka dibotaki dan dipaksa memakai seragam yg diberi nomor, mereka makan dengan wadah ember-ember. Menghuni sel sempit tanpa diberi lampu.
Di sini nyawa tidak ada harganya. Kerusuhan antar ras kerap terjadi.Rasio antara penjaga penjara dan napi tidak sebanding, itu sebabnya banyak hal terjadi diluar kontrol.

6. Diyarbakr Prison: (Turki)


Penjara ini disebut sebagai penjara terkejam di turki di mana segala kebrutalan dan kesadisan begitu lumrah terjadi. Dari 1981 sampai 1984, 34 orang tawanan tewas karena penyiksaan berlebihan, baik jiwa maupun fisiknya. Belum lagi kasus penyimpangan seksual yg merajalela.
Para napi sebenarnya telah melakukan protes terhadp pengelolaan penjara. Mereka melakukan mogok makan, bahkan membakar diri sendiri sebagai bentuk protes. Namunn tdk berhasil. Fasilitas penjara ini 'sangat mengerikan' jauh dari standar. Di sini pernah terjadi peristiwa menggerkan di mana anak-anak dijebloskan di sini dan mendapat hukuman penjara seumur hidup. Kejahatan terhadap kemanusian sepertinya menjadi peristiwa biasa saja. Tak heran penjara ini masuk dalam saslah sastu penjara yg paling menyeramkan di dunia.

7. La Sabaneta Prison: (Venezuela)


Venezuela juga memiliki penjara tak kalah brutalnya, yakni La Sabanetaa, di mana kekerasan menjadi 'santapan' hari-hari. Fasilitas yg sangat minim, membuat wabah penyakit begitu mudah menyebar. Maklum, pelayanan dokter sangatlah minim, bahkan nyaris tak ada. Makanan kurang dengan menu yg jauh dari sederhana.
Kondisi napi di Penjara La Sabaneta adalah yang jelek dari yang terjelek. Tak heran kalo wabah kolera sempat mampir kemari dan memakan korban 700 napi. Di sini pun pernah terjadi pembataian masal yg mengambil korban 100 an napi tahun 1994. Kematian merajalela di La Sabaneta. Salah sedikit, nyawa bisa melayang. Para staf penjara yg malas mengurusi napi, sehingga para napi bisa leluasa berbuat semaunya. mereka berkelahi bahkan membunuh sesama napi. Para penjaga 'menutup mata' atas kejadian2 ini.

8. La Sante Prison: (Paris, Perancis)


Seperti penjara 'maut' lainnya, di sini pun nyawa manusia tak berharga. perlakuan brutal merajalela. Kesewenangan pengelola penjara membuat kehidupan napi benar benar tidak berharga. Banyak napi akhirnya menjadi gila. Sel-sel penjara yg penuh kutu dan tikus, semakin membuat napi stress.
Sungguh ironis dengan arti kata ' La Sante' yg berarti health (kesehatan) dalam bahasa Inggris. Karena pada kenyataannya hidup di sana sungguh tdk sehat. Perbudakan antar sipir ke napi, napi ke sesama napi, sudah menjadi biasa. Kasus perkosaan antar sesama napi sangat tinggi dan terjadi setiap hari. Tak heran kalo banyak napi tak tahan akhirnya bunuh diri, atau menjadi gila. Sepanjang tahun 2002 dikabarkan terjadi 122 kasus bunuh diri napi. Disusul 73 napi pada pertengahan 2003.
Kecenderungan bunuh diri ini kemungkinan karena kondisi hidup yang mengerikan di sana. Penjara yg terlalu padat, fasilitas minim, serta aneka kekerasan yg terjadi di sana, diduga sebagai pemicu tindakan bunuh diri.

9. Rikers Island Prison: (Rikers Island, New York)


Penyiksaan brutal membuat penjara ini begitu dikenal di amerika. Pada 2007, tawanan Charles Afflic mengalami penyiksaan yg berlebihan dari penjaga penjara sehingga harus menjalani pembedahan otak. Sebanyak 6 napi bunuh diri di selnya krn tak tahan dgn suasana penjara yg menekan, pada 2003.

10. Tadmor Prison: (Suriah)


Kematian di penjara ini seperti tak terhitung banyaknya. Kekerasan di Tadmor begitu mengerikan dan benar-benar tak kenal ampun. Seorang mantan napi Tadmor menggambarkan penjara ini sebagai kerajaan maut dan kegilaan mengerikan
Tadmor memiliki penjaga haus darah, narapidana penjagal,dan tawanan politik. Pada 1980, sesudah percobaan pembunuhan pada Presiden (di Damaskus), narapidana terpaksa membayar mahal. Para perajurit penyerang penjara, mereka menggunakan halicopter dan mendarat di Tadmor. Para prajurit ini membatai 500 orang tawanan di sel mereka. Para napi ini mati mengenaskan, tidak dapat menyelamatkan diri karena para sipir merantai kaki mereka di sel.

Tuesday, December 11, 2012

5 Pelarian Terhebat Sepanjang Sejarah

5. Dieter Dengler’s Prison Camp Escape


Dieter Dengler adalah seorang Jerman-amerika, pilot Angkatan Laut Amerika yang terkenal karena berhasil melarikan diri dari kamp penjara selama Perang Vietnam di sebuah penjara di hutan. Pada awal 1966, pesawat Dengler ditembak jatuh oleh pesawat anti api di Laos, dan ia ditangkap dan dikirim ke kamp penjara yang dikelola oleh Pathet Lao, sekelompok simpatisan Vietnam Utara. Dengler telah mendapatkan reputasi karena kemampuan luar biasa untuk melarikan diri dari kamp-kamp POW, pura-pura selama pelatihan militer, dan ia langsung berkontribusi merencanakan para tahanan harus membuat dirinya kabur. Pada 29 Juni 1966, ia dan enam tahanan lainnya berhasil melarikan diri. Setelah memacu turun tiga penjaga, Dengler melarikan diri ke hutan lebat.

Akhirnya ia menghabiskan 23 hari di hutan dan tahan dengan sengatan panas, serangga, lintah, parasit, dan kelaparan sebelum diselamatkan oleh helikopter Amerika. Hanya satu dari tahanan lain, seorang kontraktor Thailand, selamat dari pelarian ini. Yang lainnya tewas atau hilang di hutan. Dengler akan terus menjadi pilot penguji yang sukses di tahun-tahun berikutnya, dan sampai hari ini ia dikreditkan sebagai satu-satunya tentara Amerika yang berhasil melarikan diri dari kamp penjara selama Perang Vietnam.

4. Escape From Alcatraz


Pada tahun 1962, Frank Morris, Clarence dan John Anglin menggunakan bulan perencanaan dengan cermat untuk melarikan diri dari penjara prototipikal. Trio yang ditahan di penjara yang terkenal di Pulau Alcatraz di San Francisco, yang dicadangkan untuk penjahat yang paling keras dan dianggap sebagai salah satu penjara yang paling susah untuk melarikan diri. Orang-orang menggunakan serangkaian alat termasuk bor dirakit dari penyedot debu menjauh motor chip di beton penuaan sel-sel mereka dan membuatnya ke sebuah lubang ventilasi.

Mereka kemudian membuat mereka menuruni cerobong asap ke pantai, di mana mereka dengan cepat mengumpulkan rakit buatan tangan dan melarikan diri ke San Fransisco Bay. Pelarian mereka tidak disadari sampai keesokan paginya, ketika orang-orangan yang dibuat olehnya sebuah kepala boneka dari sabun, rambut manusia, dan kertas toilet agar terlihat seperti mereka tidur di tempat tidur mereka. Orang-orang itu tidak pernah mendengar kabar lagi, dan banyak bukti-bukti menunjukkan bahwa mereka tenggelam di teluk, tetapi tidak ada tubuh yang pernah ditemukan.

3. The Maze Prison Escape
Salah satu penjara paling kejam, Prison break Maze terjadi pada tahun 1983, ketika 35 napi melarikan diri setelah mengambil kendali dari penjara dengan kekerasan. The Maze ini diperuntukkan bagi paramiliter Tentara Republik Irlandia kombatan dan teroris, dan dianggap sebagai salah satu yang paling tak terhindarkan penjara di seluruh Eropa. Tapi setelah beberapa bulan perencanaan, sekelompok tahanan yang dipimpin oleh anggota IRA Gerry Kelly dan Bobby Storey menguasai seluruh cellblock dengan menggunakan senjata yang telah diselundupkan ke penjara.

Setelah melukai beberapa penjaga dan mencuri seragam mereka, para tahanan membajak mobil dan mengambil alih pos jaga di dekatnya, tetapi ketika mereka tidak bisa melewati gerbang utama, para pria melompat pagar dan kabur dengan berjalan kaki. Semua mengatakan, 35 orang melarikan diri dari penjara, enam belas di antaranya ditangkap kembali segera setelah dua puluh penjaga terluka.


2. Billy Hayes’ Escape From Turkish Prison


Billy Hayes adalah seorang mahasiswa Amerika yang ditahan pada tahun 1970 ketika ia mencoba menyelundupkan dua pon hash ke pesawat di Turki. Setelah tertangkap, ia dijatuhi hukuman tiga puluh tahun di penjara Turki yg mempunyai sistem keras. Hayes Sagmilicar bekerja keras di Penjara selama lima tahun, tapi ia akhirnya dipindahkan ke sebuah pulau penjara di Laut Marmara, dan di sini ia mulai serius merencanakan utk melarikan diri. Pulau itu tidak ada perahu, tapi dekat pelabuhan dan ada kapal-kapal nelayan kecil setiap kali ada badai yang kuat.

Hayes menghabiskan berhari-hari bersembunyi di bin beton, dan ketika waktunya tepat, ia berenang ke pelabuhan dan mencuri sampan kecil. Dari sini, ia mampu membuat jalan ke Yunani, dan akhirnya perjalanan setengah keliling dunia sebelum tiba dengan selamat kembali di Amerika Serikat.

Hayes kemudian menulis sebuah buku tentang siksaan yang disebut Midnight Express, yang diadaptasi menjadi sebuah film fiksi dengan nama yang sama.

1. The Great Escape


Untuk sebuah perencanaan belaka, risiko, dan skala, lolos dari penjara tidak akan jauh lebih kompleks daripada 1944 melarikan diri dari 76 tentara Sekutu dari Stalag Luft III, sebuah penjara Jerman selama Perang Dunia II yang beroperasi. Melarikan diri adalah puncak dari lebih dari satu tahun kerja oleh sekitar 600 tahanan.

Orang-orang menggali tiga terowongan (dijuluki "Tom," "Dick," dan "Harry") 30 kaki di bawah permukaan penjara dengan rencana tunneling melewati pagar utama dan muncul ke permukaan di dekat hutan. Hal ini membutuhkan proses konstruksi yang canggih yang meliputi penggunaan blok kayu untuk dukungan, serangkaian lampu, dan bahkan sebuah pompa untuk memastikan para serdadu menggali telah cukup untuk bisa bernapas. Setelah mengumpulkan koleksi pakaian sipil dan paspor, pada 24 Maret 1944 membuat mereka melarikan diri.

Sayangnya, terowongan pendek juga datang dari hutan, dan muncul dari sana para penjaga. 76 orang masih berhasil melarikan diri, tetapi 77 itu melihat dan terowongan ditutup. Nazi mengambil minat khusus dalam tahanan melarikan diri, dan semua kecuali tiga akhirnya tertangkap. Namun, berkat popularitas berdasarkan film terkenal itu, juga sebagai skala dan keberanian, "Great Escape" tetap menjadi salah satu yang paling terkenal, pelolosan diri dari penjara sepanjang masa.

Saturday, December 1, 2012

3 Penjahat Legendaris dari Indonesia

Di era 70 hingga 80 an, nama mereka begitu ditakuti, disegani, sekaligus dbenci oleh masyarakat. 3 nama ini telah cukup membuat polisi bekerja keras memburu mereka.

Berikut adalah profil dan secuil kisah mereka, cekibrott

KUSNI KASDUT
KUSNI KASDUT
Siapa yang tidak mengenal tokoh ini pada era 70 an, salah satu pejahat Legendaris, tertangkap dan di vonis hukuman mati atas segala perbuatannya. Namun pada saat – saat akhir hayat nya ia bertobat dan dengan “tegar” menghadapi hukumannya.

Dalam keterasingannya di penjara dan jauh dari orang-orang yang dicintai, ternyata sisi agamis Kusni Kasdut tumbuh semakin dalam. Apalagi ketika dia di penjara dan sebelum dieksekusi mati, dia sempat berkenalan dengan seorang pemuka agama Katolik.

Setelah berkenalan dengan pemuka agama tersebut, akhirnya dia memutuskan menjadi pengikut setia. Kusni Kasdut dibaptis sebagai pemeluk Katolik dengan nama Ignatius Kusni Kasdut.

Saat menunggu hari eksekusi, dia menuangkan rasa cintanya terhadap agama yang telah dia anut dalam sebuah lukisan yang terbuat dari gedebog pohon pisang. Dalam lukisan tersebut, tergambar dengan rinci Gereja Katedral lengkap dengan menara dan arsitektur bangunannya yang unik. Dan sampai sekarang masih tersimpan rapi di Museum Gerja Katederal Jakarta.

Lukisan Kusni Kasdut
“Setelah lukisan gedebog pisang itu jadi, sebagai tanda terima kasihnya, Kusni Kasdut memberikan lukisannya itu kepada Gereja Katedral, Jakarta. Beberapa hari setelah itu, Kusni Kasdut ditembak mati,” ujar pengurus Museum Katedral, Jakarta, Eduardus Suwito.

Pada masanya Kusni kasdut adalah penjahat spesialis “barang antik” salah satunya yang paling spektakuler ia merampok Museum Nasional Jakarta. Dengan menggunakan jeep dan mengenakan seragam polisi (yang tentunya palsu), dia pada tanggal 31 Mei 1961 masuk ke Museum Nasional yang dikenal juga Gedung Gajah. Setelah melukai penjaga dia membawa lari 11 permata koleksi museum tersebut.

Pernah membunuh dan merampok seorang Arab kaya raya bernama Ali Badjened pada 1960-an. Kusni Kasdut dalam aksinya ditemani oleh Bir Ali. Ali Badjened dirampok sore hari ketika baru saja keluar dari kediamannya di kawasan, Awab Alhajiri. Dia meninggal saat itu juga akibat peluru yang ditembak dari jeep yang dibawa oleh Kusni Kasdut.

Saat-saat terakhir Kusni Kasdut ini dijadikan ide untuk lagunya God Bless “Selamat Pagi Indonesia” di album “Cermin”. Lirik lagu ini ditulis oleh Theodore KS, wartawan musik Kompas yg jagoan menulis lirik lagu.
Kusni Kasdut pada saat sedang menunggu keputusan atas permohonan grasinya sempat melarikan diri kemudian dapat ditangkap kembali dan akhirnya menjalankan pidana matinya.

Kusni Kasdut sempat dijuluki “Robin Hood” Indonesia, karena ternyata hasil rampokannya sering di bagi – bagikan kepada kaum miskin.

Tangan kanan Kusni Kasdut adalah Bir Ali, anak Cikini Kecil (sekarang ini letaknya di belakang Hotel Sofyan). Bir Ali, yang juga menjadi pembunuh Ali Bajened bersama Kusni Kasdut di Jalan KH Wahid Hasyim, bernama lengkap Muhammad Ali. Dia mendapat gelar Bir Ali karena kesukaannya menenggak bir, ia tewas dalam tembak menembak dengan polisi.

Ia menjalani hukuman matinya didepan regu tembak pada 16 Februari 1980.

SLAMET GUNDUL
JARANG-jarang Mabes Polri mengeluarkan perintah paling keras dalam menangkap bajingan: hidup atau mati. Tahun 1989, Direktur Reserse Mabes Polri Koesparmono Irsan mengeluarkan perintah kepada segenap jajaran Reserse Polri di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, dan Sumatera Bagian Selatan agar menangkap seorang buron dengan kata-kata ancaman tadi. 'Tangkap Slamet Gundul hidup atau mati.' Siapa Slamet Gundul? Lelaki berpipi tembam, hidung lebar, dan tanpa lipatan kelopak mata itu dulu pernah menjadi musuh polisi nomor satu.

Namanya berubah-ubah. Kadang Slamet Santoso, lain waktu Samsul Gunawan. Tapi julukannya yang top adalah Slamet Gundul. Dialah tersangka bos kawanan garong nasabah bank bersenjata api yang belasan kali menggegerkan berbagai kota di seantero Pulau Jawa. Polisi boleh dibilang sudah mati-matian mengejar buron itu. Tapi bukan Slamet Gundul namanya, bila tidak licin.

Ia beberapa kali lolos dari kepungan polisi. Pernah tertangkap dan diadili, tapi ia kabur dari halaman Pengadilan Negeri Jakarta Timur, begitu vonisnya dibacakan hakim. Slamet bersama 7 kawanannya pernah dicegat oleh enam jagonya reserse Polda Ja-Teng, dari Unit Sidik Sakti, di sebuah pompa bensin di Pandansimping, Klaten, Jawa Tengah, ketika hendak beroperasi. Lewat baku tembak selama 15 menit, seorang rekan Slamet, Jarot, tewas dengan lima peluru. Sedangkan dua orang lagi, Subagio dan Sugeng, tertangkap dalam keadaan terluka. Slamet sendiri, yang sudah kena tembak di kedua bahunya, masih bisa kabur dengan sepeda motor. Polda Jawa Tengah tentu saja gemas akibat lolosnya buron itu. Sebab, dalam setahun beroperasi di Semarang, komplotan Slamet bisa menjarah duit Rp 159,5 juta. Tahun 1989 komplotan itu merampas Rp 23 juta milik pedagang tembakau asal Kendal, Rp 40 juta uang juragan ikan, dan Rp 34 juta milik Universitas Islam Sultan Agung. Nasabah BCA cabang Peterongan kena sikat Rp 28,5 juta dan karyawan PT Nyonya Meneer kena rampok Rp 34 juta.

Setelah kelompok 'Kwini', Slamet agaknya mencatat rekor perampokan dalam frekuensi kejahatan dan hasil jarahan tertinggi saat ini. Korban utamanya memang nasabah bank. 'Biasanya salah seorang dari kami datang dulu ke bank dengan sepeda motor, pura-pura jadi nasabah,' kata Subagio dan Sugeng, anggota kelompok Slamet yang tertangkap di Klaten, hampir serempak. Dengan penyamaran itu, kata kedua orang tadi, mereka bisa mengetahui nasabah yang mengambil uang dalam jumlah besar. Kalau sudah dapat sasaran, komplotan Slamet itu akan menguntit mangsanya dengan sepeda motor. Dengan kode itu, Slamet, yang biasanya menunggu bersama gangnya di atas mobil di luar halaman bank, segera tahu mangsa yang dituju. Setelah itu, barulah kelompok Slamet, yang bermobil, menyusul dan menghadang korban.

Modus ini diduga juga dilakukan komplotan Slamet ketika merampok di kawasan Kampung Bali, Jakarta Pusat. Ketika itu mobil Chevrolet dengan penumpang dua karyawan CV Bambu Gading akan menyetor uang Rp 10 juta ke bank. Kendaraan mereka tiba-tiba dipepet kendaraan perampok, sebuah minibus dan dua buah sepeda motor. Mobil korban benar-benar tak bisa bergerak setelah minibus itu tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Pada waktu itulah perampok yang bersepeda motor mengacungkan pistol lewat jendela. Ketika komplotan itu beraksi, dua polisi, di antaranya Letnan Dua Soewito, mencoba menyergap mereka. Tembak-menembak terjadi. Dua perampok tewas, empat lainnya kabur. Tapi, di pihak polisi, Soewito roboh dengan peluru bersarang satu sentimeter di bawah mata kanannya. Sebelum 'main' di Semarang, pada 1987, reserse Jakarta memang beberapa kali menguber komplotan itu. Waktu itu rekor Slamet sudah merampok 11 kali nasabah bank. Pada Januari 1987, dua regu reserse Polda Meto Jaya mengepung rumah sewaan Slamet di bilangan Pondok Kopi, Jakarta Timur. Tapi, begitu pintu rumah diketuk polisi, yang keluar cuma istrinya. Slamet sendiri, dengan menggenggam dua pistol Colt kaliber 32 dan 38 melompati tembok dua meter yang membatasi kamar mandinya dengan dapur tetangga. Di rumah itu sudah ada dua anggota polisi yang menunggunya. Tapi polisi kalah cepat. Bagai koboi mabuk, ia menembak membabi buta. Ajaib, ia menerobos pagar puluhan petugas yang mengepungnya. Ia kabur setelah menyambar sebuah Metromini yang sedang dicuci keneknya. Toh pada awal tahun itu juga polisi berhasil menjerat belut itu. Bersama dua anggota komplotannya, Jarot dan Sahut, ia dihadapkan ke meja hijau.

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengganjar ketiganya masing-masing hukuman 3 tahun. Tapi, ketika petugas menggiring ketiga terpidana itu ke mobil tahanan, mereka mendorong pengawal tersebut dan segera lari. Hanya Sahut yang bisa diamankan lagi. Tapi Slamet dan Jarot kabur dengan pengendara sepeda motor, yang anehnya telah menunggu di luar halaman pengadilan. Menurut Sugeng dan Subagio, bos mereka selama di LP Cipinang justru berhasil merekrut anggota baru dari sesama rekan tahanan di sana. 'Slamet itu orangnya pandai mengambil hati, sehingga banyak yang bersedia ikut kelompoknya,' kata mereka. Sugeng dan Subagio, yang masuk Cipinang juga karena merampok bank, mengaku ikut Slamet setelah berkenalan di Cipinang tersebut. Subagio, setelah menjalani hukuman selama 2 tahun, baru dilepas awal 1989. 'Setelah saya keluar LP, saya lalu menghubunginya,' ujarnya. Menurut mereka, meskipun Slamet yang menyusun skenario kejahatan dengan kekerasan itu, toh sebenarnya ia tak kejam. 'Ia belum pernah membunuh korban-korbannya,' kata Sugeng. Yang kejam itu, kata mereka, justru Jarot, yang mati tertembak di pompa bensin itu.

JOHNY INDO
Dengan tubuhnya jangkung dengan kulitnya yang bersih. Tutur katanya halus. Mungkin orang akan mengira dia hanyalah seorang lelaki biasa saja. Seorang ayah yang baik, yang mengajari PR bagi anak-anaknya, atau suami yang menyayangi istrinya. Apalagi di masa mudanya di juga tampan. Dan dia indo, lahir di Garut Garut, 06 November 1948. Tapi siapa sangka dia adalah pimpinan kawanan perampok yang sangat disegani. Yohanes Hubertus Eijkenboom atau Johnny Indo.
Johny Indo dan 12 anak buahnya yang ia beri nama “pachinko” alias pasukan china kota sangat disegani sebagai perampok yang malang melintang di Jakarta dan sekitarnya. Johnny Indo adalah spesialis perampok toko emas dan selalu melakukan aksi pada siang hari. Mereka yang merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat, pada 1979. Perampokan ini menjadi berita yang menggemparkan karena gerombolan membawa lima pistol, satu buah granat, dan puluhan butir peluru. Johnny mengaku mendapatkan senjata api dari sisa-sisa pemberontakan RMS, PRRI atau DI TII.
Sesungguhnya Johnny Indo berasal dari keluarga miskin. Sejak kecil dia suka membaca buku termasuk petualangan Sunan Kalijaga yang sebelum menjadi wali merupakan perampok, namun perampok untuk kebaikan semua dengan membagikan hasil rampokan kepada orang miskin. Atau tentang Si Pitung seorang perampok budiman dari Jakarta. Robbin Hood yang berkiprah di desa kecil bernama Nottingham, Inggris.
Berkali-kali pula Johny Indo mengulangi perbuatannya dan hasil jarahannya dia bagi-bagikan kepada masyarakat miskin. Namun sepandai-pandai tupai melompat sekali gagal juga. Pepatah itu nampaknya berlaku juga buat Johny Indo dan kelompoknya. Karena kekuranghati-hatian salah seorang anggota kelompoknya yang menjual emas, hasil barang jarahan sembarangan, satu demi satu anak buah Johny Indo dibekuk petugas. Johny Indo akhirnya tertangkap di Gua Kiansiantang, Sukabumi, Jawa Barat. Dia diganjar 14 tahun penjara dan dijebloskan ke Nusakambangan.
Ternyata mendekam di Nusakambangan tidak membuat petualangan Johny Indo berakhir. Bersama 14 tahanan lainnya, Johny Indo membuat geger karena kabur dari sel. Hampir semua aparat keamanan waktu itu dikerahkan untuk menangkap Johny Indo dan kelompoknya. Namun setelah bertahan hingga dua belas hari, Johny Indo pun menyerah. Dia menyerah karena sudah berhari-hari tidak makan. Selain itu 11 tahanan yang melarikan diri bersamanya tewas diberondong peluru petugas. Kisah pelarian Johny Indo yang legendaries itu bahkan sempat diangkat ke layar film dengan Johny Indo sebagai bintangnya sendiri.

FILM JOHNY INDO
Johnny Indo yang dalam karirnya merampok pantang melukai korbannya selama di penjara itu banyak waktu luang, dari sana mulai berfikir tentang jati diri, akhirnya selama dipenjara banyak belajar agama Islam karena sebelumnya beragama nasrani.

Kini Johny Indo tinggal di daerah Sukabumi, Jawa Barat bersama istrinya, Vinny Soraya dan kedua putra-putrinya. Ia telah berubah. Ia menjalani kehidupan barunya sebagai seorang juru dakwah. Di saat senggang ia menghabiskan waktu dengan membenahi rumahnya yang sederhana sambil menunggu panggilan dakwah.

Bekas Penjaranya Al Capone Sekarang menjadi Rumah HANTU

Penjara yang letaknya di Philadelphia, Amerika Serikat ini dulunya tahun 1947 adalah tempat buinya sang Bos Mafia yang legendaris Al Capone.
Tetapi sekarang penjara tersebut khabarnya didiami oleh hantu2 yang bergentayangan (Lihat Video dibawa)

















Monday, November 26, 2012

Makan Dilayani oleh Pembunuh di Restoran Fortezza Medicea



ANDA mungkin berpikir ulang mencoba datang serta menyantap makanan di penjara Fortezza Medicea di Italia.

Alasan sederhananya karena lokasi restoran itu berada di dalam penjara yang spesifik yaitu untuk pembunuh kelas kakap dengan pengamanan sangat ketat, mafioso, perampok dan pembunuh dipekerjakan sebagai koki dan pelayannya.

Hilangkan perasaan dan pikiran takut Anda karena narapidana yang melayani Anda adalah yang masa kurungannya tinggal beberapa bulan dan mereka dinyatakan memiliki sikap yang baik selama di dalam.

Dekorasi restoran ini dilengkapi dengan tembok setinggi 60 kaki, menara pengawas, kamera pengaman yang telah beroperasi selama 500 tahun. Selain itu juga dilengkapi dengan sipir penjara lengkap dengan senjatanya.


Jika Anda yang berminat datang ke restoranpun harus melewati prosedur ekstra ketat dan rumit. Untuk memesan meja saja, Anda diwajibkan memesan minimal satu minggu sebelumnya.

Setibanya di penjara, Anda akan menjalani pemeriksaan keamanan yang ketat berlapis hingga di restoran. Jika salah satu prosedur keamanan gagal, Anda tidak dapat masuk ke dalam restoran. Namun, bagi Anda yang beruntung, tentu saja menyantap masakan di dalam penjara mungkin salah satu yang berharga.

Wednesday, November 21, 2012

Penjara Ternyaman Dan Terkeren DiDunia

Seluruh orang di dunia ini, pasti setuju kalau yang namanya penjara itu adalah salah satu tempat paling menyeramkan. Bagaimana tidak? Di dalamnya terdapat beratus-ratus penjahat mulai dari yang kelas teri hingga yang kelas kakap. Sehingga tak jarang pula berbagai tindak kekerasan terjadi di penjara. Tapi bagaimana jika sebuah penjara bentuknya mirip seperti hotel bintang lima? Mungkin para penjahat yang masuk akan betah tinggal disana.











Tapi tetap saja yang namanya penjara juga tidak akan mengabaikan sistem keamanan bagi para tahanan.
sumber : kaskus.us

Monday, November 19, 2012

10 Pelarian Terhebat dari Penjara



10. Gerard’s Tower Of London Escape

Yohanes Gerard adalah seorang imam Yesuit abad keenam belas yang dikenang sebagai satu-satunya orang yang pernah melarikan diri dari Menara London terkenal. Gerard diletakkan di Menara untuk melaksanakan misi keagamaan selama waktu ketika Gereja Katolik berada di bawah penindasan Elizabeth di Inggris. Dia sering mengalami interogasi, dan meskipun tidak pernah melanggar bahkan di bawah penyiksaan, ia akhirnya dihukum mati. Gerard segera mulai merencanakan untuk melarikan diri, dan mampu berkomunikasi dengan sekutu di luar, selundupan melalui catatan yang ditulis dalam tinta yang tidak terlihat terbuat dari jus jeruk. 
Setelah satu usaha gagal, Gerard mampu untuk melarikan diri ketika beberapa kaki mendayung perahu ke Menara parit dan berhasil mendapatkan tali ke arahnya. Gerard hampir jatuh ke kematiannya karena tangannya begitu terluka dari penyiksaan, tapi ia berhasil naik ke perahu dan diselundupkan keluar dari Inggris untuk menjalani sisa hidupnya di Roma.

9. Dillinger’s County Jail Escape

bandit legendaris era 30an, John Dillinger terlibat dalam sejumlah kekerasan sering luput dari penjara. Pada tahun 1933, ia dan geng insinyurnya yang berani melarikan diri dari sebuah penjara di Lima, Ohio. diselundupkan setelah mereka menggunakan senapan untuk menembak mati dua penjaga. 
Tapi Dillinger lolos. paling terkenal dari semua datang pada tahun 1934, setelah ia ditangkap setela merampok sejumlah bank terkenal di heists. Dillinger dimasukkan dalam "pelarian-bukti" Lake County Jail, sebuah penjara yang dijaga oleh sepasukan polisi dan pasukan Garda Nasional. Dalam apa yang telah menjadi semacam legenda, Dillinger dikatakan telah membuat pistol palsu dari sabun dan menggunakannya untuk membuat jalan keluar dari penjara. Dalam khas gaya kurang ajar, ia kemudian mencuri Sheriff Ford baru dan membuatnya melarikan diri ke Illinois. Ironisnya, justru langkah ini- dengan mengendarai kendaraan curian di garis-negara yang mendapati FBI mengikuti jejaknya dan akhirnya menyebabkan kematiannya.

8. The Libby Prison Escape

Richmond, Virginia's. Penjara Libby adalah salah satu penjara yang paling terkenal dari Perang Saudara, tetapi juga merupakan situs salah satu konflik yang paling berani melarikan diri. Pada tahun 1864, sekelompok dari 15 Uni tentara di bawah pimpinan Kolonel Thomas E. Rose dan Mayor AG Hamilton berhasil membuat terowongan melalui penjara ruang bawah tanah ke sebuah tanah kosong. 
Ini bukan tugas yang mudah, seperti ruang bawah tanah Libby gelap dan penuh kutu, ruang bawah tanah kepada orang-orang yang dikenal sebagai "Rat Neraka," tapi setelah tujuh belas hari menggali, mereka tiba di gudang tembakau di dekatnya. Dari sini, 109 tentara berhasil melarikan diri ke kota Richmond dan membuat kabur garis Uni di dekatnya. 48 dari orang-orang itu ditangkap kembali, dan 2 tenggelam di sebuah sungai terdekat, tetapi 59 orang berhasil selamat dari pasukan Federal. Pelarian mereka dari penjara merupakan yang paling berhasil dan paling sukses mematahkan Perang Saudara.

7. Casanova’s Escape from the Leads

seorang penulis venesia dan petualang Giacomo Casanova dikenang karena menjadi seorang wanita laki-laki, tetapi ia juga bertanggung jawab terhadap salah satu pelarian hebat dari penjara besar sepanjang masa. Pada tahun 1753, setelah mendapatkan reputasi untuk pesta pora dan perzinahan, Casanova ditangkap dan dipenjara di leads, dinamakan demikian karena dilengkapi dengan atap timah yang dirancang untuk mendorong gerah dan membuatnya tidak mungkin melarikan diri. Setelah penyelundupan spike logam ke dalam sel, Casanova dan imam murtad terbatas berhasil mendekati terowongan melalui langit-langit sel mereka. 
Setelah melalui, mereka membongkar piringan di atap dan masuk ke ruangan lain melalui sebuah jendela atap. Menggunakan kombinasi dari tangga dan tali, duo ini berhasil membuatnya sampai ke lantai dasar, dan setelah memecahkan kunci dan menyelinap melalui lorong-lorong penjara, mereka melarikan diri dengan gondola ke jaringan kota sungai. Casanova kemudian menulis tentang pelarian dalam memoar yang populer, dan meskipun banyak yang telah berspekulasi bahwa mungkin cerita dibumbui, bukti dari tempat kejadian tampaknya memang benar.

6. Pascal Payet’s Helicopter Escapes

Banyak penjara di Eropa telah mempunyai pusat pelatihan heli di atap mereka, sebuah figur kriminal Perancis Pascal Payet telah berulang kali menggunakan keuntungannya. Payet awalnya dipenjara untuk pembunuhan yang terjadi selama perampokan yang gagal pada mobil van keamanan, dan dihukum tiga puluh tahun di Perancis's Luynes Penjara. 
Pada tahun 2001, ia berhasil melarikan diri ketika seorang kaki tangan hanya mengangkatnya dari atap penjara dengan helikopter yang dibajak. Payet bahkan kembali ke penjara dua tahun kemudian dengan helikopter lain dan melanjutkan untuk membantu tiga tahanan lain membuat mereka melarikan diri, tetapi keempat pria itu ditangkap kembali, dan Payet diberi tujuh tahun penjara atas perannya dalam pelarian dari penjara. Hebatnya, pada tahun 2007 Payet lagi2 melarikan diri melalui helikopter, kali ini dari Grasse penjara di tenggara Perancis. Dia diangkat dari atap oleh empat kaki bertopeng yang telah membajak sebuah helikopter dari bandara terdekat dengan mengancam untuk membunuh pilot. Setelah mendarat di dekat Laut Tengah, pilot dirilis, dan Payet dan antek-anteknya menghilang tanpa jejak.

5. Dieter Dengler’s Prison Camp Escape

Dieter Dengler adalah seorang Jerman-amerika, pilot Angkatan Laut Amerika yang terkenal karena berhasil melarikan diri dari kamp penjara selama Perang Vietnam di sebuah penjara di hutan. Pada awal 1966, pesawat Dengler ditembak jatuh oleh pesawat anti api di Laos, dan ia ditangkap dan dikirim ke kamp penjara yang dikelola oleh Pathet Lao, sekelompok simpatisan Vietnam Utara. 
Dengler telah mendapatkan reputasi karena kemampuan luar biasa untuk melarikan diri dari kamp-kamp POW, pura-pura selama pelatihan militer, dan ia langsung berkontribusi merencanakan para tahanan harus membuat dirinya kabur. Pada 29 Juni 1966, ia dan enam tahanan lainnya berhasil melarikan diri. Setelah memacu turun tiga penjaga, Dengler melarikan diri ke hutan lebat. Akhirnya ia menghabiskan 23 hari di hutan dan tahan dengan sengatan panas, serangga, lintah, parasit, dan kelaparan sebelum diselamatkan oleh helikopter Amerika.
Hanya satu dari tahanan lain, seorang kontraktor Thailand, selamat dari pelarian ini. Yang lainnya tewas atau hilang di hutan. Dengler akan terus menjadi pilot penguji yang sukses di tahun-tahun berikutnya, dan sampai hari ini ia dikreditkan sebagai satu-satunya tentara Amerika yang berhasil melarikan diri dari kamp penjara selama Perang Vietnam.

4. Escape From Alcatraz

Pada tahun 1962, Frank Morris, Clarence dan John Anglin menggunakan bulan perencanaan dengan cermat untuk melarikan diri dari penjara prototipikal. Trio yang ditahan di penjara yang terkenal di Pulau Alcatraz di San Francisco, yang dicadangkan untuk penjahat yang paling keras dan dianggap sebagai salah satu penjara yang paling susah untuk melarikan diri. 
Orang-orang menggunakan serangkaian alat termasuk bor dirakit dari penyedot debu menjauh motor chip di beton penuaan sel-sel mereka dan membuatnya ke sebuah lubang ventilasi. Mereka kemudian membuat mereka menuruni cerobong asap ke pantai, di mana mereka dengan cepat mengumpulkan rakit buatan tangan dan melarikan diri ke San Fransisco Bay. 
Pelarian mereka tidak disadari sampai keesokan paginya, ketika orang-orangan yang dibuat olehnya sebuah kepala boneka dari sabun, rambut manusia, dan kertas toilet agar terlihat seperti mereka tidur di tempat tidur mereka. Orang-orang itu tidak pernah mendengar kabar lagi, dan banyak bukti-bukti menunjukkan bahwa mereka tenggelam di teluk, tetapi tidak ada tubuh yang pernah ditemukan.

3. The Maze Prison Escape

Salah satu penjara paling kejam, Prison break Maze terjadi pada tahun 1983, ketika 35 napi melarikan diri setelah mengambil kendali dari penjara dengan kekerasan. The Maze ini diperuntukkan bagi paramiliter Tentara Republik Irlandia kombatan dan teroris, dan dianggap sebagai salah satu yang paling tak terhindarkan penjara di seluruh Eropa. 
Tapi setelah beberapa bulan perencanaan, sekelompok tahanan yang dipimpin oleh anggota IRA Gerry Kelly dan Bobby Storey menguasai seluruh cellblock dengan menggunakan senjata yang telah diselundupkan ke penjara. Setelah melukai beberapa penjaga dan mencuri seragam mereka, para tahanan membajak mobil dan mengambil alih pos jaga di dekatnya, tetapi ketika mereka tidak bisa melewati gerbang utama, para pria melompat pagar dan kabur dengan berjalan kaki. 
Semua mengatakan, 35 orang melarikan diri dari penjara, enam belas di antaranya ditangkap kembali segera setelah dua puluh penjaga terluka.

2. Billy Hayes’ Escape From Turkish Prison

Billy Hayes adalah seorang mahasiswa Amerika yang ditahan pada tahun 1970 ketika ia mencoba menyelundupkan dua pon hash ke pesawat di Turki. Setelah tertangkap, ia dijatuhi hukuman tiga puluh tahun di penjara Turki yg mempunyai sistem keras. Hayes Sagmilicar bekerja keras di Penjara selama lima tahun, tapi ia akhirnya dipindahkan ke sebuah pulau penjara di Laut Marmara, dan di sini ia mulai serius merencanakan utk melarikan diri. Pulau itu tidak ada perahu, tapi dekat pelabuhan dan ada kapal-kapal nelayan kecil setiap kali ada badai yang kuat. 
Hayes menghabiskan berhari-hari bersembunyi di bin beton, dan ketika waktunya tepat, ia berenang ke pelabuhan dan mencuri sampan kecil. Dari sini, ia mampu membuat jalan ke Yunani, dan akhirnya perjalanan setengah keliling dunia sebelum tiba dengan selamat kembali di Amerika Serikat. Hayes kemudian menulis sebuah buku tentang siksaan yang disebut Midnight Express, yang diadaptasi menjadi sebuah film fiksi dengan nama yang sama.

1. The Great Escape

Untuk sebuah perencanaan belaka, risiko, dan skala, lolos dari penjara tidak akan jauh lebih kompleks daripada 1944 melarikan diri dari 76 tentara Sekutu dari Stalag Luft III, sebuah penjara Jerman selama Perang Dunia II yang beroperasi. Melarikan diri adalah puncak dari lebih dari satu tahun kerja oleh sekitar 600 tahanan.
Orang-orang menggali tiga terowongan (dijuluki "Tom," "Dick," dan "Harry") 30 kaki di bawah permukaan penjara dengan rencana tunneling melewati pagar utama dan muncul ke permukaan di dekat hutan. Hal ini membutuhkan proses konstruksi yang canggih yang meliputi penggunaan blok kayu untuk dukungan, serangkaian lampu, dan bahkan sebuah pompa untuk memastikan para serdadu menggali telah cukup untuk bisa bernapas. Setelah mengumpulkan koleksi pakaian sipil dan paspor, pada 24 Maret 1944 membuat mereka melarikan diri. 
Sayangnya, terowongan pendek juga datang dari hutan, dan muncul dari sana para penjaga. 76 orang masih berhasil melarikan diri, tetapi 77 itu melihat dan terowongan ditutup. Nazi mengambil minat khusus dalam tahanan melarikan diri, dan semua kecuali tiga akhirnya tertangkap. Namun, berkat popularitas berdasarkan film terkenal itu, juga sebagai skala dan keberanian, "Great Escape" tetap menjadi salah satu yang paling terkenal, pelolosan diri dari penjara sepanjang masa.