Sunday, December 30, 2012

1641 Pemberontakan Irlandia Diungkap Lewat Analisis Bahasa


1641 Pemberontakan Irlandia Diungkap Lewat Analisis Bahasa 300x249 1641 Pemberontakan Irlandia Diungkap Lewat Analisis Bahasa

ukiran kayu Kontemporer 1642 menunjukkan kekejaman pemberontakan di Irlandia / Foto: Past Horizons

Para periset dari Universitas Aberdeen telah menghabiskan 12 bulan meneliti 1641 pernyataan – pengakuan saksi, baik dari orang-orang Protestan, maupun dari beberapa orang Katolik, yang mengungkapkan pengalaman mereka tentang 1641 pemberontakan di Irlandia – satu dari kisah sejarah Irlandia yang paling kejam.

Belum pernah terjadi sebelumnya, tim dapat mengakses riset teknologi Language Ware©IBM di laboratorium software Dublin dan mengembangkan software unik yang meliputi sebuah program yang disebut Wordsmith untuk menganalisis pernyataan dan menghubungkan silang – satu kesatuan gambaran teks – sebuah proses yang sangat canggih dan akan dilakukan seumur hidup bagi seorang ilmuwan yang melakukannya secara manual.

Tulisan dan hasil digitalisasi pernyataan 1641 diluncurkan secara online di www.1641.ted.ie, sumber gratis yang tersedia untuk publik. Sumber online ini merupakan puncak proyek kerjasama tiga tahun antara TCD dan Universitas Aberden dan Cambridge.

Analisis rinci
Salah satu studi memeriksa riset terdahulu tentang pernyataan yang mengarah pada tinjauan yang menyebutkan perempuan dan anak-anak merupakan korban pertama pemberontakan di Irlandia tersebut – dan ini menjadi gambaran citra populer pemberontakan yang barbar dan liar dalam teks propaganda Inggris.—pemeriksaan forensik yang teliti dari bahasa digunakan untuk mengungkapkan bagaimana benar propaganda ini dibangun.

Pemeriksaan rinci kesaksian yang menggunakan teknologi baru ini juga memungkinkan peneliti mempertanyakan dari suatu sifat pernyataan sebagai bukti, menyoroti unsur-unsur yang didasarkan dari kabar angin dan memperlihatkan banyak kejadian paling buruk dilaporkan oleh tangan kedua, bahkan tangan ketiga.

Tim mengamati adanya kata-kata kerja seperti ‘believeth’ dan ‘thinketh’ dan frase ‘hath credibly heard’ dan menemukan bahwa kata-kata tersebut lebih sering dihubungkan dengan tindakan kekejaman, dibanding kata-kata ‘saksi mata’ seperti ‘saw’ atau ‘witnessed’.

Sumber Online
Situs www.1641.ted.ie ini memberikan edisi digital yang dapat ditelusuri dari Pernyataan 1641 di Trinity College Perpustakaan Dublin yang berisi pengalaman lelaki dan perempuan Protestan dari semua kelas tentang pecahnya pemberontakan orang-orang Irlandia Katolik pada Oktober 1641.

Publikasi di situs tersebut merupakan materi paling penting bagi masyarakat, dan memungkinkan semua pencarian dari suatu pernyataan berdasarkan nama dan nama tempat. Pernyataan leluhur keluarga atau pernyataan penting dapat ditelusuri, seperti contoh pernyataan Eleanor Price dengan kalimat mengerikan sebagai berikut:

“Kapten dan para Pemberontak mendorong dan melemparkan semua tawanan (di antaranya ada lima anak-anak bernama Adam, John, Ann, Mary, dan Joan Price) dari jembatan ke air dan dengan segera dan sangat kejam menenggelamkan mereka: Dan bagi mereka yang dapat berenang dapat tiba ke pantai namun tangan-tangan mereka malah dipukuli dan mereka ditenggelamkan, atau (pemberontak) menembak mereka sampai mati di air,”

Dokumen kesaksian tersebut menyebutkan kejahatan pemberontak Katolik meliputi penyiksaan, penyerangan, perampokan, pemenjaraan dan pembunuhan serta hilangnya harta benda dan aktivitas militer. Materi-materi ini berisi 19.000 halaman, yang terdiri dari 31 volume kertas kain linen dan dijahit dengan linen yang memhubungkan hampir seluruh county di Irlandia.

Ada hampir 8000 pernyataan dari 90.000 orang. Dokumen ini tak ditemukan dimanapun di dokumen Eropa modern awal, dan memberikan sumber informasi unik tentang sebab dan kejadian diseputar pemberontakan 1641 dan sumber untuk sejarah sosial, ekonomi, agama, politik Irlandia, Inggris dan Skotlandia abad ke-17.

No comments:

Post a Comment