Showing posts with label bola. Show all posts
Showing posts with label bola. Show all posts

Saturday, December 29, 2012

10 Cewek Sexy Mantan Pacar Cristiano Ronaldo

alaupun baru 24 tahun, Cristiano sudah memiliki 3 segi tiga dunia: harta, tahta, dan wanita. Urusan harta, sebagai pemain bola ternama, gaji Ronaldo puluhan milyar per pekan. Perihal tahta, beberapa kali ia menjadi pemain terbaik Liga Inggris, Pemain Terbaik Dunia, dan Pemain Terbaik Eropa
Bagaimana dengan wanita? Setali tiga uang, Ronaldo digilai banyak wanita sexy. Pendek kata, ia tinggal tunjuk wanita mana yang ia sukai. Nah, di bawah ini adalah wanita sexy yang pernah jatuh dalam pelukan gelandang elegan asal Portugal ini.
1. Jordana Jardel


2. Karina Ferro



3. Isabel Figueir



4. Diana Chaves



5. Gemma Atkinson




6. Maria Sharapova



7. Nereida Gallardo



8. Imogen Thomas



9. Niki Ghazian



10. Gabriela Endringer

 

Wednesday, December 26, 2012

Mobil2 Bintang Sepakbola

David Beckham = Porche 911 Turbo


US$122,900/ 1,3 milliar


Wayne Rooney = Lamborgini Gallardo



US$ 175,000 / 1,7 milliar

hendry


US$234,260 / 2.3 milliar

C.ronaldo


US$109,000 / 1 milliar



US$203600 / 2 milliar



US$ 179,200 / 1,8 milliar



Didier Drogba – Mercedes SL65


US$250,000 / 2,5 milliar


Rio Ferdinand – Bentley Arnage

US$224,990 / 2,2 milliar

Sol Campbell – BMW X5


US$46,650 - $55,130 / 450 jt - 550 jt


David James – Chrysler 300C

Tuesday, December 18, 2012

10 Penjaga Gawang Terbaik Sepanjang Masa

1. Lev Yashin (Uni Soviet)

Pemain legendaris ini merupakan kiper yang berada di urutan paling atas dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh IFFHS. Yashin terpilih berkat kemampuan atletisnya dan juga postur tubuhnya yang membuat gentar para pemain penyerang lawan.

Ia mendapat julukan Laba-Laba Hitam karena selalu mengenakan kostum hitam dan juga karena keahliannya menepis tembakan lawan seolah-olah membuatnya memiliki delapan tangan.
Pemakaian namanya oleh FIFA untuk penghargaan bagi kiper terbaik di setiap Piala Dunia merupakan pengakuan insan sepakbola dunia terhadap prestasinya.

2. Rinat Dasayev (Uni Soviet)
Bila tidak ada trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten, bisa jadi tim Uni Soviet yang akan menjadi juara di Euro 1988. Dasayev tampil cemerlang selama berlangsungnya turnamen di Jerman, dan hanya Gullit dan tendangan volley van Basten yang mampu mematahkan perlawanan Soviet di final.

Dasayev yang dijuluki “Tirai Besi” dianggap sebagai kiper terbaik kedua di Rusia setelah Yashin. Ia tampil di tiga Piala Dunia dan bermain sebanyak 91 kali bagi tim nasional Soviet hingga pensiun di tahun 1990.
Terakhir ia tampil di Luzhniki Stadium saat final Liga Champions Mei lalu dengan membawa piala tersebut ke lapangan. Hal itu berkaitan dengan tugasnya sebagai duta final itu di Moskwa.

3. Dino Zoff (Italia)
Piala Dunia 1982 menjadi puncak prestasi Zoff. Di usianya yang ke-40, ia menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia. Selain itu, ia juga menjadi kiper kedua yang menjadi kapten di tim yang juara, dan juga terpilih menjadi kiper terbaik.

Padahal di awal karirnya, ia sempat ditolak oleh Inter Milan dan Juventus karena dianggap kurang tinggi. Di jajak pendapat untuk mencari kiper terbaik di abad ke-20 yang dilaksanakan oleh Federasi Internasional Statistik dan Sejarah Sepakbola (IFFHS), Zoff berada di posisi ketiga di bawah Lev Yashin (Uni Soviet) dan Gordon Banks (Inggris).

4. Gordon Banks (Inggris)
Banks menjadi pilihan pertama manajer Inggris Sir Alf Ramsey saat Three Lions menjuarai Piala Dunia 1966. Namun, ia baru menjadi legenda di dunia sepakbola lewat tindakan yang dilakukannya empat tahun kemudian di Piala Dunia Meksiko.

Saat Inggris bertanding melawan Brasil, Pele menanduk bola ke tiang jauh gawang Inggris sambil berteriak “Gol!”. Hal itu dilakukannya karena ia sangat yakin Banks tidak dapat menyelamatkan gawangnya.
Tetapi Banks yang berada dalam posisi yang salah, berhasil melompat ke arah yang berlawanan dan menyentuh bola tersebut dengan sebagian ibu jarinya hingga bola itu mental melewati mistar gawang.

Sang kiper tahu ia dapat menyentuh bola, namun berpikir bolanya masih melewati garis gawang. Ia baru sadar tidak terjadi gol setelah mendengar sambutan dari penonton di stadion dan diselamati oleh kapten Bobby Moore. Pele sendiri mengatakan kalau penyelamatan yang dilakukan Banks tersebut adalah yang terhebat yang pernah ia saksikan.

5. Peter Schmeichel (Denmark)
Tinggi besar, rambut pirang, dan hidung merah. Tiga hal tersebut adalah hal yang selalu tampil di ingatan bila nama Schmeichel disebut. Namun bagi para striker yang menjadi lawan Manchester United dan tim nasional Denmark, The Great Dane itu menjadi tembok raksasa yang tak dapat ditembus.
Tingkat refleksnya yang mengagumkan bagi orang seukuran dia, serta kemampuannya mengubah pertahanan menjadi penyerangan langsung lewat lemparan jauhnya ke para penyerang, menjadi salah satu alasan utama mengapa United menjadi tim yang mendominasi Liga Primer Inggris di era 90an.
6. Gianluigi Buffon (Italia)
Nilai transfer yang menjadikannya kiper termahal di dunia menjadi bukti kepiawaian Buffon (foto) menjaga gawang di lapangan hijau. Selain itu, sederet gelar individual yang diraihnya dari berbagai pihak juga menjadi jaminan atas kemampuannya.

Saat di Piala Dunia 2006, gawangnya tidak tertembus satu gol pun selama 453 menit hingga akhirnya Azzurri menjadi juara dan Buffon mendapatkan Lev Yashin Award sebagai kiper terbaik selama turnamen tersebut.

7. Iker Casillas (Spanyol)
Ia baru berusia 27 tahun, tetapi telah tampil lebih dari 300 kali bagi Real Madrid dan menjadi kiper kedua yang bermain paling banyak bagi tim nasional Spanyol setelah Andoni Zubizarreta. Saat Spanyol menjuarai Euro 2008, Casillas menjadi kiper pertama yang menjadi kapten di tim juara turnamen Eropa.
Walaupun ia baru bermain di tim senior Madrid sejak 1999, ia kelihatannya selalu menjadi pilihan pertama Los Merengues di bawah mistar. Di usianya yang ke-19, Casillas menjadi kiper paling muda yang tampil di final Liga Champions saat Madrid mengalahkan Valencis 3-0.

8. Petr Cech (Republik Ceko)
Ketika Chelsea menjadi juara Liga Primer selama dua kali berturut-turut, banyak pihak menganggap itu adalah akibat dari tangan dingin Jose Mourinho. Tetapi yang berada di bawah mistar The Blues adalah Cech, yang baru dibeli dari Rennes dan tadinya akan dijadikan cadangan Carlo Cudicini.

Saat Cech harus absen selama tiga bulan akibat benturan dengan pemain Reading Stephen Hunt, Chelsea gagal mempertahankan gelar Liga Primer. Insiden tersebut membuat Cech harus mengenakan pelindung kepala hingga sekarang.

Cech menjadi kiper terbaik 2008 pilihan UEFA, dan walaupun sempat membuat blunder di Euro 2008 saat melawan Turki, ia tetap menjadi pilihan pertama di tim nasional Republik Ceko dan juga Stamford Bridge.

9. Edwin van der Sar (Belanda)
Saat van der Sar memblok tendangan Nicolas Anelka di final Liga Champions, ia benar-benar menjadi momok bagi pemain Chelsea saat adu penalti. Hal itu karena di ajang Community Shield sebelumnya, ia juga telah melakukan hal yang sama dengan menepis semua tendangan penalti yang dilakukan pemain The Blues.
Van der Sar menjadi pemain yang paling banyak membela tim nasional Belanda dengan tampil sebanyak 128 kali dan akhirnya pensiun setelah Euro 2008. Ia juga mencatatkan dirinya sebagai kiper yang menjuarai Liga Champions bersama dua klub yang berbeda, yaitu Ajax Amsterdam dan Manchester United.

10. Dida (Brasil)
Setelah Claudio Taffarel, Dida menjadi kiper baru asal Brasil yang diperhitungkan dalam dunia sepakbola. Hal itu terbukti saat dirinya menjadi kiper pertama dari tim Samba yang termasuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or di tahun 2003 dan 2005.

Biarpun Dida telah memenangkan Piala Dunia bersama Brasil, dan berbagai gelar domestik & internasional bersama AC Milan, sayangnya ia juga dikenal akibat beberapa insiden yang kurang baik. Yang terakhir adalah saat ia pura-pura jatuh dan terluka saat disentuh oleh seorang suporter Glasgow Celtic di pertandingan Liga Champions.

Wednesday, December 12, 2012

10 Pemain Yang Tak Pantas Memakai No. 10

10. John Carew
John Carew justru tak mendapat tempat di Aston Villa. Striker Norwegia yang dikenal jago bola-boa udara ini meredup oleh sinar terang Ashley Young, Gabriel Agbonlahor bahkan striker veteran Emile Heskey.

9. Hugo Viana

Pada Piala Dunia 2006 lalu, secara mengejutkan Hugo Viana mengenakan kostum No 10 di timnas Portugal. Padahal Seleccao saat itu dihuni pemain papan atas macam Lusi Figo, Cristiano Ronaldo dan Deco. Pada event empat tahunan itu, Viana bermain dua kali sebagai pemain pengganti. Gelandang Valencia yang kini dipinjamkan ke Braga ini juga gagal mengeksekusi penalti saat Portugal mengalahkan Inggris di perempatfinal.

8. Oliver Neuville

Pada Euro 2008 lalu, Jerman memberikan kostum No 10 kepada seorang Oliver Neuville. Yang menjadi masalah, saat itu usia Neuville telah mencapai 35 tahun. Padahal dalam sepakbola modern usia dan stamina sangat berperan vital. Hasilnya bisa ditebak Neuville hanya jadi penghias skuad Der Panzer. Tentu masih ada Michael Ballack atau Miroslav Kloseyang lebih pantas.

7. Jose Antonio Reyes

Pada Piala Dunia 2006 lalu, Spanyol memberikan No 10 pada sosok Antonio Reyes. Melihat posisi Reyes sebagai winger tentu keputusan ini bisa dibilang janggal. Padahal La Furia Roja punya pemain besar macam Xavi, Cesc Fabregas, Raul Gonzalez, David Villa dan Fernando Torres.

6. Ruud Van Nistelrooy

Untuk urusan mencetak gol Ruud Van Nistelrooy memang diakui. Namun saat membela timnas Belanda, Rudtje memilih No 10. Hasilnya Rudtje tak mampu mengangkat performa De Oranye. Clarence Seedorf, Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart bahkan Arjen Robben dianggap lebih pantas.

5. Lassana Diarra

Diarra seorang gelandang bertahan yang hebat, bahkan mungkin yang terbaik di dunia. Tapi mengenakan kostum No 10 tentu sangat janggal buat seorang pemain perusak macam Lass. Real Madrid punya kandidat yang lebih pantas seperti Kaka, Raul, Guti dan Cristiano Ronaldo.

4. Nicola Berti

Timnas Italia pada 1990 memberikan No 10 buat Nicola Berti. Tapi Italia akhirnya terjungkal dari Italia di babak semifinal. Seharusnya angka keramat ini dikenakan pemain kunci Azzurri macamRoberto Baggio, Giuseppe Giannini atau Roberto Donadoni. Bukan gelandang yang tak begitu disenangi fans Italia ini.

3. Sidney Govou

Euro 2008 lalu menjadi mimpi buruk buat timnas Prancis. Ditinggalkannya David Trezeguet dan Sebastian Frey membuat Les Bleus harus angkat koper sejak awal. Prancis hanya mengoleksi satu poin di penyisihan grup. Itu mungkin karena No 10 dikenakan seorang Govou.

2. Andriy Voronin

Sejak membela Liverpool pada 2007, striker Ukraina ini hanya mengoleksi enam gol dari 30 laga. Rafael Benitez seperti perlu mempertimbangkan memberikan No 10 ini buat Dirk Kuyt atau Fernando Torres.

1. William Gallas

Meski kapasitas William Gallas sebagai salah satu bek terbaik masih diakui, namun pemandangan ini memang terasa janggal. Tentu banyak pemainyang lebih pantas mengenakan nomor keramat ini di skuad Arsenal. Cesc Fabregas, Robin van Persie, atau Andrei Arshavin tentu lebih pantas mengenakan No 10 ini.

Sunday, December 9, 2012

Julukan-julukan Pemain Bola Paling Lucu

Julukan seorang pemain biasanya merujuk pada gaya permainan, ciri-ciri fisik, atau segala tindak-tanduknya dalam mengekspresikan diri di lapangan. Tidak itu saja. Bahkan, gosip atau perilaku pemain di luar lapangan juga bisa menjadi patokan pemberian julukan itu. Julukan bisa bermakna sebagai pujian atau justru sindiran buat yang bersangkutan.

Berikut ini sepuluh julukan pemain sepakbola yang mungkin bisa dianggap yang paling lucu.

1. Si Badut (Paul Gascoigne)

Paul Gascoigne merupakan salah satu pemain berbakat yang dimiliki Inggris. Dilahirkan di Gateshead, County Durham, 27 Mei 1967. Ia kerap dipanggil dengan sebutan "Gazza". Karirnya sebagai pesepakbola profesional diawali di klub yang musim ini terdegradasi dari Liga Primer Inggris, Newcastle United. Ia sempat hijrah ke Italia membela Lazio dan ke Skotlandia bergabung dengan Rangers. Selain Newcastle, ia pernah membela sejumlah klub Inggris lainnya. Sebut saja Tottenham Hotspur, Middlesbrough, dan Burnley.

Tahun 1990-an, ia dikenal sebagai selebriti sepakbola yang sering menghiasi media massa. Salah satu momen yang mungkin paling diingat banyak orang adalah saat ia menangis setelah dijatuhi kartu kuning di semi-final Piala Dunia 1990. Ia meratapi nasib karena terbayang tak akan bisa tampil di final. Saat itu Inggris harus berhadapan Jerman Barat di laga semi-final yang berlangsung di Stadion Delle Alpi, Turin. Inggris terpaksa mengaku kalah melalui babak adu pinalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1. Di final Jerman Barat bertemu Argentina, yang kemudian dimenangkan Jerman Barat berkat gol pinalti Andreas Brehme lima menit jelang bubaran.

Kembali mengenai Gazza. Ia memiliki julukan lucu, "Si Badut". Dijuluki Si Badut karena faktor bakat hebat yang dimilikinya. Layaknya seorang badut yang memiliki bakat menghibur banyak orang melalui aksi-aksi yang memukau, Gazza juga memberikan penampilan yang memuaskan buat para pecinta sepakbola, khusus para pendukung tim yang dibelanya. Sayang, kehebatan seorang Gazza tak diikuti dengan perilaku apiknya di luar lapangan. Ia memiliki kebiasaan mabuk-mabukan. Awal 2008, ia pernah ditahan polisi di sebuah hotel di kota Gateshead, Inggris, karena diduga terlibat dalam sebuah keributan. Anehnya, Gazza ditangkap dengan Undang-undang Kesehatan Mental.

2. Si Bebek (Alexandre Pato)

Nama asli pemain asal Brasil ini adalah Alexandre Rodrigues da Silva. Ia lahir pada 2 September 1989. Usianya terbilang masih sangat muda, 20 tahun. Tapi, bakatnya sudah luar biasa. Dinamakan "Si Bebek" karena ternyata Pato lahir di kota Pato Branco, Paraná Brazil. Apa hubungannya dengan bebek? Oh, ternyata Pato Branco itu artinya kota Bebek Putih.

Bebek pasti berjalan sangat lambat. Tapi tidak dengan Si Pato, bintang muda AC Milan ini. Pato terbilang sangat gesit dalam berlari, mengejar, menggiring, bahkan menceploskan bola ke jala lawan. Setiap bek atau kiper lawan harus mewaspadai bebek yang satu ini. Ia akan memberikan ancaman serius bagi lawan-lawannya. Pato diyakini banyak pihak bakal menjadi pesepakbola terbaik dunia pada suatu waktu. Si Bebek punya talenta luar biasa!

3. Si Keledai Kecil (Arnaldo Ariel Ortega)

Bintang veteran asal Argentina ini lahir pada 4 Maret 1974 di Ladesma, Jujuy. Ia beroperasi sebagai striker atau gelandang serang. Sejumlah klub Eropa pernah dibelanya, yaitu Valencia, Sampdoria, Parma, dan Fenerbahce. Klub yang membentuk dan membesarkan namanya adalah River Plate. Setelah melanglang ke berbagai negara, ia akhirnya kembali ke klub perdananya itu.

Ortega dijuluki "Si Keledai Kecil" karena ia memiliki pengaruh bagi timnas Argentina. Memang namanya kalah beken dibanding Diego Maradona, Gabriel Batistuta, atau Lionel Messi. Tapi, dengan segala kehebatan yang dimilikinya ia disebut-sebut sebagai "Maradona Baru". Pada Piala Dunia 1998 di Prancis, ia dipanggil pelatih saat itu, Marcello Bielsa, dan diberi nomor punggung 10 peninggalan Maradona.

4. Shrek (Wayne Rooney)

Striker Manchester United Wayne Rooney ternyata dianggap memiliki rupa yang buruk. The Sun edisi Minggu (4/2/2007) pernah memasukkan nama penyerang tim nasional The Three Lions itu sebagai atlet paling buruk rupa. Laporan itu didasarkan pada polling yang dilakukan oleh sebuah lembaga riset Onepoll. Rooney mendapat suara terbanyak, sebesar 34 persen, dari empat ribu wanita yang diidentifikasi menyukai olahraga.

Rooney ternyata memiliki salah satu julukan unik, yaitu Shrek. Julukan ini merujuk pada tokoh kartun monster yang warna tubuhnya hijau dan memiliki buruk rupa. Seperti halnya Shrek, buruknya rupa tak mengahalangi kemampuan dirinya dalam menggaet sang pujaan hati. Ya, Rooney mampu menikahi Coleen McLoughlin yang dikenal sebagai salah satu perempuan seksi di Inggris.

5. Ibracadabra (Zlatan Ibrahimovic)

Zlatan Ibrahimovic memiliki julukan yang cukup lucu, "Ibracadabra". Anda tentu pasti sering mendengar kata "Sim Salabim Abkacadabra" dalam sebuah pengertian sihir atau mistis bila seseorang akan mengubah sesuatu yang diharapkan. Nah, di dunia sepakbola, pemain sekaliber Ibra mampu menyihir bola yang ada di kakinya atau di kepalanya bisa berbuah gol-gol indah, fantastis, dan tentunya bombastis.

Ibra telah menyihir sebagian penikmat sepakbola dengan aksi-aksi briliant dan cantik yang diperagakan di setiap pertandingan. Striker Barcelona itu memang pantas disebut sebagai salah satu pesepakbola handal abad ini. Kala para pendukung mengucapkan "Ibracadabra", maka sang dewa itu akan mempersembahkan yang terbaik buat mereka.

6.Serigala (Trifon Marinov Ivanov)

Pemain berjuluk "Serigala asal Bulgaria" itu lahir pada 27 Juli 1965 di Veliko Tarnovo. Ia merupakan mantan pemain Bulgaria yang pernah ikut mengantarkan negaranya menempati posisi keempat Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Satu golnya ke gawang Rusia juga berkontribusi penting meloloskan Bulgaria ke Piala Dunia 1998 di Prancis.

Dijuluki serigala karena penampilan Ivanov yang terlihar garang, dengan rahang yang begitu kuat ditambah jambangnya yang lebat dan jarang dicukur.

7. Quasimodo (Peter Beardsley)

Peter Baardsley merupakan salah satu mantan pemain Inggris. Ia pernah dijuluki Quasimodo yang merujuk pada tokoh kartun yang memiliki wajah buruk. Mantan pemain Newcastle ini juga ternyata juga memiliki penampilan unik dengan gaya rambut yang cukup aneh.

8. Goofy (Robert Earnshaw)

Striker asal Wales ini dijuluki "Goofy" karena ia dikenal mirip dengan tokoh dalam film kartun tersebut. Goofy adalah tokoh kartun ciptaan Walt Disney yang memiliki kepribadian selalu riang, punya rasa kesetiakawanan yang tinggi, optimis, dan bersikap "easy-going" dalam menghadapi segala sesuatu. Tapi, Goofy tak jarang melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang merugikan timnya. Para pendukung Cardiff City memberikan julukan itu kepada Earnshaw saat ia masih membela klub lamanya itu.

9. Si Ember (Yasar Duran)

Yasar Duran adalah kiper yang pernah membelas timnas Turki dalam sebuah pertandingan melawan Inggris pada November 1984 di Istanbul. Delapan gol berhasil disarangkan sejumlah pemain Inggris ke gawangnya. Kontan saja, setelah itu ia mendapat julukan ember.

10. Manusia Gajah (Davie Dodds)

Striker yang satu ini pernah membela Dundee United dan mengantarkan klub menjuarai Liga Skotlandia pada 1983. Satu tahun berselang ia memperkuat Dundee saat bermain di semi-final Piala Eropa. Sayang, Dundee harus mengaku kalah dan tersingkir oleh AS Roma dengan agregat 3-2. Meski demikian, para pendukung Dundee tetap puas dengan penampilan Dodds dan mereka memberinya julukan "Manusia Gajah" karena ia terus tampil ngotot dan habis-habisan hingga pertandingan usai. Luar biasa!

Sepuluh Figur Botak Paling Top Dalam Sepakbola

10. Pierluigi Collina
Tak lengkapnya bila tidak menyebut Pierluigi Collina. Meski bukan pesepakbola, ia sosok wasit yang disegani dan melegenda. Ia sudah kehilangan rambutnya saat masih muda karena serangan penyakit alopecia.

Kepalanya yang plontos justru menjadi trade mark Collina. Diakui sebagai wasit yang tegas sehingga kerap memimpin pertandingan-pertandingan besar. Semua pemain di seluruh dunia menaruh respek pada wasit yang memiliki julukan Kojak ini.

9. Yordan Letchkov
Si botak yang menjadi pahlawan Bulgaria. Sebaliknya, Yetchkov adalah mimpi buruk Jerman di Piala Dunia 1994. Tandukan dari kepalanya yang botak menjebol gawang Jerman sekaligus mengantarkan Bulgaria menang 2-1.


Ironis sekali karena dalam pertandingan itu, Jerman sudah unggul lebih dulu. Namun, Jerman yang berstatus juara bertahan akhirnya harus disingkirkan oleh tim nonunggulan.

Bagi Letchkov, gol tersebut menjadi sangat istimewa karena sehari sebelumnya ia merayakan ulang tahunnya yang ke-27.

8. Grzegorz Lato
Kerap dilupakan dalam daftar terbesar. Padahal ia menjadi topskor Piala Dunia 1974. Saat dunia terpesona dengan sihir Johan Cruyff dan ketenangan seorang Franz Beckenbauer, namun Lato berhasil mencuri perhatian dengan menjadi pencetak gol terbanyak.

Ia mengungguli striker Jerman [Barat] Gerd 'der bomber' Mueller dan bintang Belanda Johan Neeskens. Pemain sayap yang mudah dikenali dengan kepalanya yang botak dan juga kecepatannya.

7. Roberto Carlos
Legenda Real Madrid dan salah satu bintang yang pernah dilahirkan Brasil. Disebut sebagai tipikal bek modern karena tidak ingin terpaku di posisinya. Roberto Carlos tak pernah lelah melapis serangan dengan menyusuri sektor kiri.

Ia tak berhenti melepaskan umpan silang tapi juga melakukan penetrasi. Dalam waktu yang singkat, dia sudah kembali ke posisinya saat tim mendapat serangan lawan. Ini hanya bisa dilakukan oleh bek yang bertenaga kuda.

Keistimewaan lain, tendangan bebasnya yang terukur dan keras. Ia mencetak banyak gol dari bola-bola mati.

6. Alfredo de Stefano
Saat Real Madrid mendominasi sepakbola Eropa dengan memenangi European Championship Cup (sekarang menjadi Liga Champions), satu nama yang selalu disebut: Alfredo di Stefano.

Pemain dengan kepala botak di bagian depan ini pernah memperkuat tiga negara, Argentina, Kolombia dan Spanyol. Namun Di Stefano pernah mendapat julukan yang unik, Blonde Arrow alias Anak Panah yang Pirang!

5. Bobby Charlton
Bintang masa lalu Manchester United dan Inggris. Memenangi Piala Dunia 1966 bersama Inggris dan dua tahun kemudian mengantarkan The Red Devils merebut European Cup. United menjadi tim Inggris pertama yang memenanginya.

Rambutnya mulai rontok pada awal 1960-an. Namun hanya kepala bagian tengah yang kehilangan rambut. Sedangkan sisi kiri dan kanannya masih tumbuh rambut. Dia kemudian memanjangkan rambut yang masih bisa tumbuh dan kemudian menutupi bagian yang botak.

Gayanya kemudian menjadi tren dan bahkan mewabah. Gaya itu kemudian dikenal sebagai Bobby Charlton-Comb Over dan menjadi kultur populer di Inggris.

4. Fabio Cannavaro
Model rambutnya kerap berubah. Namun, Cannavaro populer dengan kepala yang hampir gundul saat memimpin Italia memenangi Piala Dunia 2006.

Prestasinya pun mengkilap seperti kepalanya. Dia terpilih sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2006. Satu-satunya pemain belakang yang pernah terpilih.

Pemain paling senior di timnas dan memiliki caps terbanyak, 132.

3. Fabien Barthez
Kiper yang terkenal dengan kepalanya yang plontos. Barthez menjadi salah satu bintang yang mengantarkan Prancis menjadi juara dunia 1998.

Sukses itu menjadikan Barthez sebagai pemain kedua paling populer di Prancis setelah Zinedine Zidane. Momen yang tak pernah dilupakan adalah kepalanya yang botak selalu dicium bek Laurent Blanc sebelum pertandingan.

Barthez menjadi kontroversi saat kembali menjadi pilihan pertama di Piala Dunia 2006. Pasalnya, publik menghendaki Gregory Coupet.

Namun, Barthez yang terpilih menjadi kiper utama. Ia yang kemudian menjadi kapten saat Zidane diusir pada final.


2. Ronaldo
Sudah masuk skuad Brasil saat memenangi Piala Dunia 1994. Namun, kontribusinya begitu nyata saat membawa Brasil menjadi juara dunia 2002. Dia juga menjadi topskor di turnamen sepakbola paling akbar itu.

Dalam sebuah polling online yang dilakukan GOAL.com pada 2010, Ronaldo terpilih sebagai Player of The Decade setelah mengumpulkan 43,63% suara.


Di final, ia tampil dengan potongan rambut yang unik. Ronaldo mencukur habis rambutnya dan menyisakan sedikit di ujung kepala. Model kepala 'si kuncung' langsung ngetop. Lebih populer ketimbang saat dia berkepala botak.

Kini, ia bermain di Corinthians. Hanya sedikit aneh saat menyaksikan Ronaldo tampil dengan rambut di kepalanya.

1. Zinedine Zidane
Zidane tampil dengan kepala botak hampir di sepanjang karir sepakbolanya. Meski sempat muncul dengan rambut di kepalanya, namun Zidane lebih dikenal sebagai pesepakbola botak alias plontos.

Hebatnya, kepala Zizou yang botak justru memiliki potensi komersial. Dia menandatangani kontrak besar dengan berbagai brand karena kepalanya yang tak berambut.

Kebetulan lagi, Prancis yang memenangi Piala Dunia 1998 dihuni tiga pemain botak. Selain dirinya, ada Franck Leboeuf dan kiper Fabien Barthez.

Monday, December 3, 2012

Pemain sepak bola paling tampan di Piala Dunia 2010

Inilah 10 pemain sepak bola paling tampan dari hasil survey di www.beautifulpeople.com beserta nilai yang diberikan pada mereka masing-masing.
10. Van Persie (Belanda) >>> 6,57


9. Fabio Cannavaro (Italia) >>> 6,74



8. Gonzalo Higuain (Argentina) >>> 6,93



7. Fabregas (Spanyol) >>> 6,96



6. Yoan Gourcuff (Prancis) >>> 7,01



5. Kaka (Brazil) >>> 7,27



4. Iker Casillas (Spanyol) >>> 7,34



3. David Villa (Spanyol) >>> 7,37



2. Christiano Ronaldo (Portugal) >>> 7,44



1. Fernando Torres (Spanyol) >>> 7,87

Sunday, December 2, 2012

Momen Piala Dunia Satu Dekade Terakhir yang tidak Bisa Dilupakan




Tragedi Tandukan Zidane Terhadap Materazzi
Turnamen akbar sepakbola Piala Dunia selalu meninggalkan momen-momen bersejarah di setiap penyelengaraannya. Tidak hanya di putaran final, di babak kualifikasi pun momen-momen bersejarah itu akan selalu menjadi kenangan yang tidak akan bisa dilupakan.
Bukan cuma luapan gembira atau pun kesedihan, amarah, kebencian dan juga tipu daya menjadi bagian dari momen-momen tersebut. Momen-momen sarat emosi yang membuat setiap edisi Piala Dunia mempunyai cerita sendiri-sendiri.
Berikut sepuluh momen di Piala Dunia yang tidak bisa dilupakan selama satu dekade terakhir yang dirangkum goal.com.


10) Kejutan Senegal atas Prancis
Seperti di penyelenggaran Piala Dunia 1990 di Italia, pada Piala Dunia 2002, tim Afrika kembali membuat kejutan. Adalah Senegal yang bersinar pada Piala Dunia yang digelar di Jepang dan Korea Selatan tersebut. Tergabung bersama juara bertahan sekaligus juara Eropa, Prancis di fase grup, Papa Bouba Diop dkk berhasil lolos ke babak 16 besar dengan menyingkirkan Prancis di babak pertama dengan tidak bisa mencetak satu gol pun. Satu catatan penting, penyerang-penyerang ‘Les Blues’ kala itu merupakan top skor di Liga Inggris, Italia dan juga Prancis.

9) Akting Rivaldo
Di penghujung abad 20 Rivaldo merupakan salah satu dari tiga pemain top di dunia, dan meskipun karirnya turun tajam di tahun 2002, dia akan selalu menjadi bagian dari keberhasilan Brasil menjadi juara Dunia ditahun tersebut. Lima golnya dan juga perannya sebagai jenderal lapangan tengah berpengaruh besar atas keberhasilan Selecao meraih tropi Piala Dunia ke lima mereka.
Namun sayangnya, kegemilangan Rivaldo di turnamen ini dirusak oleh insiden akting pura-puranya saat Brasil melawan Turki. Saat pemain Turki Hakan Unsal menendang bola yang mengenai pahanya, Rivaldo langsung berakting dengan terjatuh sambil memegang wajahnya dengan penuh kesakitan. Sehingga Hakan Unsal menerima kartu kuning kedua dari wasit yang membuatnya diusir keluar pertandingan. Dan bagi Rivaldo, usai pertandingan dirinya dicap sebagai penipu dan dihukum denda sebesar 11.670 Franc Swiss.

8) Tiga Kartu Kuning dari Wasit Graham Poll
Mantan wasit Graham Poll sudah tidak memiliki rekor yang baik dalam turnamen internasional saat terpilih pleh FIFA untuk menjadi salah satu wasit pada Piala Dunia 2006. Wasit asal Inggris tersebut telah terlibat dalam pertandingan kontroversial di Piala Eropa 2000 dan Piala Dunia 2002. Dalam kompetisi yang terakhir (Piala Dunia 2002) saat memimpin laga grup G antara Italia dan Kroasia, Poll membuat keputusan yang menganulir dua gol Italia yang membuat Italia akhirnya kalah 1-2 oleh Kroasia.
Dan pada Piala Dunia 2006, kepemimpinan kontroversial Poll kembali terulang, saat ia memimpin pertandingan Grup F antara Australia dan Kroasia. Pada pertandingan terakhir grup yang sangat menentukan itu, Poll baru mengeluarkan bek Kroasia Josip Simunic dari pertandingan setelah menerima kartu kuning ketiga. Entah lupa atau bukan, perbuatan Poll itu dianggap sebagai upaya untuk meloloskan wakil Eropa ke babak 16 besar. Pertandingan itu sendiri akhirnya berakhir imbang 2-2 yang membuat Australia berhak lolos ke babak selanjutnya.

7) Baik, Buruk dan Sangat Buruk dari Argentina
Pada Piala Dunia 2006 Argentina menjadi tim yang difavoritkan akan merebut gelar. Dan nampaknya prediksi itu terlihat akan menjadi kenyataan lewat penampilan Argentina yang mengkilap di fase grup. Tergabung bersama Belanda, Pantai Gading dan Serbia & Montenegro di grup maut, tim Tango keluar sebagai juara grup yang pada salah satu pertandingannya menghajar kuda hitam Serbia & Montenegro 6-0 tanpa balas.
Di babak 16 besar, langkah Argentina nampaknya masih mulus dengan mampu melewati Meksiko dengan skor 2-1. Namun sayang pada babak perempat final langkah skuat Jose Pekerman ini terhenti oleh Jerman lewat adu tendangan penalti. Sempat unggul hingga menit-menit akhir pertandingan, Jerman berhasil menyamakan skor sekaligus menang di babak adu penalti. Kekalahan atas Jerman ini membuat kritikan terhadap Pekerman, yang menyimpan Lionel Messi dan juga Juan Roman Riquelme pada laga tersebut.
Kekalahan yang tidak bisa diterima para pendukung Argentina ini berbuntut panjang. Usai pertandingan, kerusuhan terjadi, dimana para suporter Argentina mengamuk dan sempat terjadi perkelahian dengan pendukung Jerman diluar stadion. Kegemilangan Argentina di babak-babak awal harus ternoda dengan kerusuhan para pendukungnya.

6) Teriakan Fabio Grosso
Momen yang paling terkenal dalam penyelengaraan Piala Dunia sepanjang masa adalah teriakan Marco Tardelli saat mencetak gol kemenangan Italia atas Jerman Barat di final Piala Dunia 1982.
Dan momen itu kembali dilakukan oleh bek Italia Fabio Grosso di Piala Dunia 2006 saat mencetak gol pertama Italia ke gawang Jerman di babak semifinal. Setelah mencetak gol di masa perpanjangan waktu, Grosso berlari sambil berteriak dan mengeluarkan air mata kebahagiaan, suatu momen yang tidak akan bisa dilupakan oleh warga Italia.







5) Diego Maradona Meluncur dengan Perut Buncitnya
Saat pemain Peru Hernan Rengifo mencetak gol penyeimbang ke gawang Argentina di menit-menit akhir pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Amerika Selatan, pelatih Argentina Diego Maradona langsung putus asa dengan mengatakan selesai sudah perjuangan Argentina untuk lolos ke Piala Dunia.
Pada laga yang diguyur hujan itu, kemenangan yang sudah si depan mata pupus secepat kilat. Curah hujan yang lebat dianggap Maradona menambahkan kesedihan bagi dirinya.
Tapi tiba-tiba suatu keajaiban datang, sebuah gol di masa injury time dari penyerang veteran Martin Palermo membawa Argentina kembali berbalik unggul dan menghidupkan peluang mereka lagi.
Maradona yang tadinya sudah pasrah langsung teriak dan merayakan gol Palermo tersebut. Sambil masuk ke lapanghan yang becek akibat hujan deras, Maradona meluncur dengan perut buncitnya tanpa memperdulikan suasana sekitar. Suatu momen yang tidak akan dilupakan juga dalam sejarah Piala Dunia.

4) Tendangan bebas Ronaldinho
Dari sekian momen di Piala Dunia selama satu dekade terakhir, mungkin aksi pemain Brasil Ronaldinho menjadi satu-satunya yang benar-benar menunjukkan sebuah kemampuan teknik. Di Piala Dunia 2002 saat Brasil berhadapan dengan Inggris di babak perempat final, Ronaldinho mencetak gol penentu kemenangan tim Samba.
Gol Ronaldinho ini tergolong spektakuler karena dicetak lewat sebuah tendangan bebas sejauh 40 yard. Gol ini juga sangat cantik karena mematikan langkah kiper Inggris kala itu, David Seaman yang hanya terbengong saat bola meluncur deras ke dalam gawangnya.
Namun meski masih menjadi pertanyaan apakah tendangan bebas Ronaldinho itu bermaksud mengumpan atau menendang langsung, faktanya Brasil bisa lolos ke semifinal dan bahkan menjadi juara.

3) Handsball Thierry Henry
Tidak diragukan lagi momen paling kontroversial di tahun 2009 adalah handsball kapten Prancis Thierry Henry saat laga play–off Piala Dunia 2010 zona Eropa melawan Irlandia. Meski bukan Henry yang mencetak gol, aksi handsballnya bisa disamakan dengan gol ‘Tangan Tuhan’ milik Diego Maradona di Piala Dunia 1986 karena dengan aksi Henry tersebut memupuskan langkah Irlandia ke Afrika Selatan tahun depan.
Handsball yang dilakukan Henry itu langsung mendapat kritikan tajam dari kubu Irlandia yang langsung meminta FIFA mengelar pertandingan ulang, yang tetap ditolak FIFA. Dan meski henry sendiri telah mengaku serta meminta maaf, FIFA tetap tidak bergeming dengan keputusannya. Bahkan permintaan Irlandia agar dapat berlaga di Afrika Selatan tahun depan dengan menjadi negara ke-33, dengan tegas ditolak FIFA.

2) Byron Moreno
Italia tersingkir dari Piala Dunia 2002 di babak 16 besar oleh tuan rumah Korea Selatan lewat gol mantan bintang Perugia Ahn Jung-Hwan di babak perpanjangan waktu.
Kekalahan Italia ini menjadi salah satu pertandingan yang paling terkenal dalam sejarah Piala Dunia karena dianggap adanya kecurangan pada laga yang dipimpin oleh wasit Byron Moreno tersebut. Pada laga itu, Italia beberapa kali menciptakan gol yang dianulir oleh Moreno, dan puncaknya di kartu merahkannya Fransesco Totti pada laga tersebut karena dianggap melakukan diving.
Setelah pertandingan, pelatih Italia Giovanni Trapattoni menyatakan bahwa telah terjadi persekongkolan melawan mereka, dan mengklaim bahwa selama pagelaran Piala Dunia 2002 setidaknya empat gol sah azzurri dianulir oleh wasit yaitu pada laga melawan Kroasia dan Meksiko. Moreno sendiri menjadi simbol penjahat di Piala Dunia 2002.
Setelah Piala Dunia 2002, Moreno masih melakukan tindakan kontroversial dengan memberikan tambahan waktu 13 menit saat memimpin laga antara Universita Deportiva de Quito dan Barcelona Sporting Club. Deportivo yang saat itu tertinggal 2-3, berhasil mencetak dua gol selama 13 menit perpanjangan waktu sehingga berbalik menang 4-3. Atas kepemimpinannya ini, Moreno dihukum larangan memimpin 20 pertandingan.
Usai menjalani hukuman, Moreno kembali mendapatkan hukuman setelah mengusir tiga pemain dalam satu pertandingan. Tidak lama setelah itu ia pensiun dari dunia wasit.

1) Tandukan Zinedine Zidane
Diurutan pertama momen yang tidak bisa dilupakan di satu dekade terakhir adalah tandukan legenda Prancis Zinedine Zidane kepada bek Italia Marco Materazzi pada final Piala Dunia 2006. Tandukan Zidane terhadap Materazzi ini membuatnya diusir keluar oleh wasit sehingga Italia keluar sebagai juara Piala Dunia 2006 lewat adu tendangan penalti setelah hingga babak tambahan kedua tim bermian imbang 1-1.
Aksi Zidane ini sendiri menjadi aksi terakhir dalam karirnya setelah ia menyatakan pensiun dari sepakbola setelah pertandingan. Ada banyak spekulasi apa yang menjadi penyebab tindakan Zidane ini terhadap Materazzi. Dan setelah beberapa lama Zidane akhirnya mengungkapkan kenapa ia menanduk Materazzi. Menurut Zizou, alasan kenapa ia menanduk Materazzi karena bek Inter Milan tersebut telah menghina adiknya Zizou.